0

BOGOR, INDONEWS – Persoalan Pasar Rakyat Leuwisadeng, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat hingga kini belum menemukan titik terang.

Padahal, anggaran pembangunan pasar ini cukup fantastis, yakni mencapai Rp.3 miliar. Ironisnya, PD Pasar Tohaga yang bertanggungjawab mengelola pasar seolah melakukan pembiaran dan hingga kini tak bisa memberikan penjelasan.

Informasi yang dihimpun awak media, Pasar Rakyat Leuwisadeng dibiarkan atau terbengkalai selama 4 tahun sejak dibangun pada tahun 2018.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/6/2022) mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan PD. Pasar Tohaga selaku pihak yang bertanggungjawab untuk Pasar Rakyat Leuwisadeng.

Senin (11/7/2022) awak media mencoba mengkonfirmasi kembali Kadis Diperindag Entis Sutisna terkait perkembangan yang menurut penjelasan sebelumnya bahwa akan dibahas dengan sekda. Dirinya mengaku sedang meeting zoom dan sedang diklat serta mengarahkan untuk konfirmasi kepada kasirnya.

“Punteun saya lagi zoom, bisa menghubungi kabid dan kasie. Saya sedang diklat pimpinan II,” jawabnya.

BACA JUGA :  Antisipasi Banjir, Pemdes Gunung Putri Gotong Royong Bersihkan Drainase

Namun ketika diminta bahwa seharusnya sebagai yang berhak menjelaskan malah melempar pada Dirut Tohaga.

“Secara teknik bisa hubungi yang mengelola atau tupoksinya pasar, yaitu Dirut Tohaga,” katanya lagi.

Sementara Haries, Selaku Dirut PT Tohaga saat konfirmasi tidak menjawab.

Terbengkalainya Pasar Rakyat Leuwisadeng Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng menuai beragam komentar dari masyarakat sekitar.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Media-Indonews.com, Pasar Rakyat Leuwisadeng dibiarkan atau terbengkalai selama 4 tahun sejak dibangun pada tahun 2018.

“Jadi pak ini bukan pasar lagi, sekarang mah jadi sarang hantu. Pengelolanya juga ‘hantu’ karena tidak pernah merawat. Bapak lihat sendiri banyak kios rusak, rumput begitu tinggi. Pasar ini sudah lama tidak berpenghuni,” ungkap warga setempat, As kepada wartawan.

Warga lainnya berinisial De menambahkan komentar As. Menurut De, PD Tohaga selaku pengelola Pasar Rakyat Leuwisadeng menjadi pihak yang patut disalahkan atas terbengkalainya asset negara tersebut.

“PD Pasar Tohaga musti dipertanyakan tanggungjawabnya seperti apa. Ini kan (pembangunan pasar, red) pakai uang negara, uang rakyat jadi jangan sampai sia-sia begitu. Kalau menurut saya, jika PD Pasar Tohaga sengaja membiarkan Pasar Rakyat Leuwisadeng terbengkalai, harus ada sanksi juga,” ucap De, diiayakan As.

BACA JUGA :  Kasus Warga Lepaskan Anjing di Perumahan Berakhir Damai

De menambahkan, sejak awal pembangunan Pasar Rakyat Leuwisadeng, muncul isu adanya dugaan korupsi pada pembangunan tersebut. Kemudian lokasi pasar juga sempat menjadi omongan di kalangan masyarakat.

“Dulu pas pembangunan warga ramai-ramai ngomongin Pasar Rakyat Leuwisadeng dikorupsi, tapi entah lah. Kemudian memang lokasinya juga jauh dari kata strategis. Ini benar jauh dari rumah penduduk,” ungkap De.

Sementara itu As menambahkan, para pedagang juga seolah enggan berjualan di Pasar Rakyat Leuwisadeng hingga akhirnya pasar ini terbengkalai.

“Kalau menurut saya ini kembali lagi pada PD Pasar Tohaga. Kenapa sampai para pedagang ogah jualan. Apakah harga kiosnya mahal atau gimana,” ujar As. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor