0

BEKASI, INDONEWS | Kemenangan yang tertunda. Itulah harapan yang dirasakan ahli waris Pr. Anasih Yakub selaku penggugat dalam perkara No. 706/Pdt.G/2023 / PN Jakarta Timur.

Pasalnya, ahli waris berkeinginan permasalahan tanah milik adatnya yang terkena okupasi TNI-AD cq Kodam Jaya dapat diselesaikan secara kekeluargaan di forum mediasi.

“Namun harapan tersebut gagal, karena tergugat dalam perkara ini yaitu Kodam Jaya dalam penyampaian resminya kepada hakim mediator menginginkan perkara gugatan ahli waris Pr. Anasih Yakub dilanjutkan di persidangan,” kata Ismail, kuasa hukum ahli waris, Jumat (15/3/2024).

Ismail menjelaskan, keinginan tergugat tidak menyalahi aturan, namun damai itu indah hanya slogan.

“Tentunya kami dari timm kuasa hukum penggugat menghargai keinginan tergugat bahwa permasalahan ini dilanjutkan di persidangan. Tidak masalah, kita ikuti saja sesuai aturan, semoga gugatan klien kami nantinya dikabulkan Majelis Hakim,” ujar Ismail.

Dahlan Yakub, salah satu ahli waris, disela sidang mediasi menyampaikan rasa sedihnya atas gagalnya upaya mediasi.

“Sesungguhnya ahli waris berkeinginan untuk menyelesaikan permasalahan tanah hak adat miliknya yang terkena okupasi TNI AD cq Kodam Jaya secara kekeluargaan melalui forum mediasi yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur,” ungkap Dahlan.

BACA JUGA :  Seolah Kebal Hukum, Mafia Solar SPBU di Pulo Gadung Tak Tersentuh Hukum

“Namun apa mau dikata, pihak tergugat tetap berkeinginan agar permasalahan tersebut dilanjutkan di persidangan. Untuk kelanjutannya di persidangan, ahli waris menyerahkan sepenuhnya kepada kantor hukum Ismail & Rekan selaku kuasa hukum keluarga,” ungkapnya.

Mengakhiri pembicaraan, Ismail menyampaikan terima kasih kepada Monita yang telah memimpin sidang mediasi dengan penuh arif dan bijaksana.

“Beliau menjalankan tugas dengan baik, mengayomi semua pihak, begitu juga kepada rekan kuasa hukum dari tergugat, terima kasih telah menjalankan perintah atasan dengan baik. Sselanjutnya para pihak menunggu pemberitahuan untuk agenda sidang berikutnya dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur,” tukas Ismail. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Hukum