0

BIREUEN, INDONEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang GTK melaksanakan kegiatan peningkatan profesionalisme bagi guru pendidikan jasmani dan kesehatan jenjang SD se Kabupaten Bireuen, di Aula Wisma Bireuen Jaya mulai tanggal 6-8 September 2022.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Ayat Suci Alqur’an, Shalawat Badar dan menyayikan lagu Indonesia Raya dipimpin Cindy Arisandy.

Sementara laporan panitia oleh Kabid GTK Disdikbud Bireuen, Surya S.Pd., MPd. Ia mengatakan semua peserta berasal dari guru pendidikan jasmani dan kesehatan jenjang SD se Kabupaten Bireuen, dengan jumlah 90 orang dan terbagai dua kelas.

“Untuk narasumber atau juri dihadirkan 2 orang berasal dari BBGB Propinsi Jawa Barat Regional 3 Suhardi S.Pd M.Pd dan Dwi Cahyo Widodo S.Pd .M.Pd,” katanya.

Terlaksananya kegiatan ini tertuang  pada lampiran keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Nomor 008 H KR 2022, tentang capaian pembelajaran pada PAUD, jenjang Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka.

“Tujuan kegiatan, mengembangkan kesadaran arti penting aktivitas jasmani untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan individu, serta gaya hidup sepanjang hayat,” katanya.

BACA JUGA :  SDN Gunung Malang 02 Lepas Siswa Kelas 6, Ini Harapan Kepsek

Selanjutnya, kata dia, mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan diri dalam upaya meningkatkan dan memelihara kebugaran jasmani kesejahteraan diri,serta pola prilaku hidup sehat.

Mengembangkan pola gerak dasar (fundamental movement paterren) dan ketrampilan gerak ( otoe skill) yang dilandasi dengan penerapan konsep, prinsip, strategi dan taktik secara umum.

Melentakan landasan karekter moral yang kuat melalui intermilinasi kepercayaan diri, sportif, jujur, disiplin, kerja sama pengendalian diri, kepemimpinan, demokrasi dalam melakukan aktivitas jasmani sebagai cerminan rasa tanggung jawab personal dan sosial (personal dan social responsibility).

“Menciptakan suasana rekreatif yang berisi keriangan, intereaksi sosial, tantangan dan ekpresi diri. Mengembangkan profil pelajar pancasila yang beriman dan bertkwa kepada Allah SWT, kreatif, gotong-royong, berkebinekaan global, bernalar kritis dan mandiri melalui aktivitas jasmani,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Muhammad Almuttaqin S.Pd. MPd sekaligus membuka kegiatan itu, mengatakan keberadaan guru penjas di sekolah sangat penting untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Dia juga mengharapkan kepada kepala sekolah harus benar-benar  menempatkan guru penjas sesuai dengan jurusanya agar tidak keliru,” tuturnya.

BACA JUGA :  Sukseskan Program Pemerintah, SDN Cemplang 01 dan SDN Dukuh 03 Kebut Vaksinasi Anak

“Bila kedapatan sekolah yang menempatkan posisi guru penjas tidak sesuai kejuruanya, maka kepala sekolah akan diambil tindakan tegas oleh pihak Disdikbud Bireuen, dikarenakan akan membahayakan setiap regenerasi muda,” ujarnya.

Pada pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini, ia meminta semua peserta untuk mengikutinya dengan serius, agar ilmu yang didapatinya tidak sia-sia dan bisa terus diterapkan di sekolah masing-masing. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan