BOGOR, INDONEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menanggapi keluhan seorang guru swasta terkait kondisi sarana dan prasarana sekolahnya.
Sebelumnya, Lilis Kholisoh S.Pd.i, seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yasnifa Nurul Falah, Kp. Rawabogo, Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor mengeluhkan kondisi sarana prasarana sekolahnya.
Tak perlu waktu lama, keesokan harinya Pemkab Bogor melalui Dinas Pendidikan menunjukan komitmennya, merespon keluhan itu dengan meninjau kondisi sekolah.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta, S.T didampingi Ketua KKMTS Bogor Satu, Damayanti Aminah bersama Seksi Kurikulum KKMTS, Taupik Hidayat meninjau langsung MTs Yasnifa.
“Tadi pagi kami menerima informasi dari Bupati Bogor, bapak Rudy Susmanto terkait kondisi MTS Yasnifa Nurul Falah. Setelah dicek ternyata benar kondisinya seperti ini,” ungkap Yanto, Rabu (13/5).
Yanto mengatakan, pihaknya akan membantu sekolah ini secara bertahap. Setelah mengecek data, Yanto juga menyebutkan jika MTs Yasnifa sudah pernah mendapat bantuan hibah pada tahun 2021.
“Kalau menurut aturan, ketika sudah dapat (bantuan), tidak boleh berturut-turut. Tapi nanti ada sedikit bantuan dari bapak bupati. Minggu ini kami mulai benahi secara bertahap, lantai dulu, kedepannya plafon,” tandas Yanto.
Dalam peninjauan tersebut, turut menyaksikan pengurus DPC Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Bogor Raya. Jonny Sirait sebagai inisiator pergerakan BaraJP Bogor Raya yang juga terlibat dalam pemberitaan sebelumnya mengapresiasi respon cepat Pemkab Bogor.

“Kami dari BaraJP mewakili masyarakat, khususnya MTs Yasnifa menghaturkan terima kasih kepada Bupati Bogor, bapak Rudy Susmanto juga pak Yanto Pradipta, S.T atas atensinya. Kami percaya komitmen Pemkab Bogor bukan sekadar slogan, tapi dengan aksi nyatanya,” ungkap Jonny.

Wasekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BaraJP itu juga menegaskan jika pihaknya mendukung seluruh program Pemkab Bogor di segala bidang.
“Sebagai organ relawan kemasyarakatan, kami tentunya siap membantu dan mendukung program pak bupati demi terwujudnya Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang atau Kuta Udaya Wangsa,” tegasnya.
Kiprah BaraJP
Jonny Sirait memaparkan, BaraJP Bogor Raya bergerak dengan aksi sosial dan kemanusiaan sekaligus berperan sebagai penyambung lidah masyarakat.
“Seperti bu Lilis Kholisoh, beliau juga bagian dari organ BaraJP sehingga ketika beliau ingin menyampaikan aspirasi kita bantu dorong. Alhamdulillah, pak Bupati Bogor meresponnya dengan baik,” ungkap Jonny.
Pria berdarah Batak itu juga menyebutkan, BaraJP siap berkolaborasi dengan pemerintah khususnya dalam hal pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengusung konsep bagaimana agar masyarakat bisa mendapatkan penghasilan sampingan. Misalnya budidaya ikan, menggarap lahan tidak produktif menciptakan pelaku UMKM dan lainnya. Jika mungkin Pemkab Bogor memberikan dukungan atas peluang itu, tentunya kami sangat menyambut baik,” papar Jonny.
Kecintaannya terhadap Bumi Tegar Beriman membuat Jonny Sirait siap “mengabdikan” diri untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Bogor.
“Saya memang orang Batak, tapi saya makan, minum dan hidup di tanah Bogor. Jadi sudah semestinya saya memberikan kontribusi terbaik. Maka melalui pergerakan BaraJP ini, saya mengajak masyarakat Kabupaten Bogor untuk memberikan kontribusi nyata,” tandasnya. (rdk)





























Comments