BOGOR, INDONEWS | Rencana penataan Fly Over Cileungsi minim perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pasalnya hingga kini masih banyak fasilitas yang belum tersentuh perbaikan untuk penataan agar Fly Over Cileungsi bisa terlihat indah dan rapi.
Diketahui fly over tersebut sudah beberapa kali dibersihkan dan ditata ulang, namun belum ada perubahan yang signifikan.
Terkait hal ini masyarakat sekitar mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah yang dinilai kurang serius.
Amin selaku Ketua Kampung Ramah Lingkungan, Kecamatan Cileungsi yang selalu ikut serta dalam penataan fly over Cileungsi mempertanyakan keseriusan Pemerintahan Kabupaten Bogor dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Saat ini belum ada keseriusan baik dari Pemda Bogor maupun Pemprov Jabar. Saya juga sudah membuka komunikasi dengan salah satu dewan, namun belum ada juga kejelasan,” katanya, Kamis (18/7).
Ia mabambahkan, untuk dewan sudah disampaikan melalui online pada saat KKN di wilayah Cileungsi untuk membantu dalam penataan fly over cileungsi tersebut.
“Dana yang kita terima saat ini dari CSR perusahaan lalu kemudian dana dana lainnya yang bersifat pribadi dan sebagian murni dari masyarakat langsung,” terangnya.
Menurutnya yang saat ini mendukung adalah berupa dukungan hanya dari tingkat kecamatan Cileungsi berupa tenaga untuk penertiban dari tingkat Satpol PP dan selama penataan disediakan air minum dari damkar. Lalu untuk masyarakat adalah tugas menata dan pembersihan fly over.
“Jadi sampai saat ini dari pemerintah kabupaten, provinsi dan nasional itu tidak ada bantuan untuk penataan fly over ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa lebih dari 30 perusahaan memberikan CSR untuk penataan Fly Over Cileungsi dan jika ditotal anggaran CSR yg di terima kurang lebih Rp50 juta.
“Perusahaan itu ada ngasih bantuan sebesar Rp10 juta sampai Rp5 juta dan ada juga hanya memberikan bantuan Rp500 ribu serta Rp100 ribu,” paparnya.
Amin menegaskan bahwa saat ini bantuan dari Pemda Bogor dan Provinsi Jabar dalam bentuk anggaran terkait penataan fly over Cileungsi belum pernah ada, hanya mengandalkan bantuan dari CSR perusahaan sekitar dan murni swadaya masyarakat.
“Belum ada sama sekali, ini Murni Swadaya masyarakat dan bantuan dari beberapa perusahaan saja,” tegasnya.
Ia mengharapkan fly over Cileungsi cepat ditata dan dirapikan karena sejak berdirinya jembatan tersebut hingga kini menjadi kawasan kumuh dan tidak akan pernah bisa bersih serta tidak akan pernah indah.
“Sedangkan banyak orang yang memanfaatkan fly over ini untuk berteduh dan segala macam nya dan ini terbengkalai, provinsi tidak pernah sama sekali memperhatikannya sementara kabupaten merasa bukan tanggung jawabnya dan dia tidak mau menyentuh,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Aktivis Sosial Romi Sikumbang mengapresiasi terlaksananya sebagian penataan di motori ketua kampung ramah lingkungan Cileungsi.
“Saya apreisasi atas pekerjaan yang sudah dilakukan ketua kecamatan Kampung Ramah Lingkungan Cileungsi, pencapaian saat ini luar biasa,” ucapnya.
Ia pun sangat menyayangkan tidak adanya keseriusan pemerintah daerah dan provinsi yang dinilai tak peduli terhadap kemajuan Bogor Timur dari segi apapun.
“Saya menyayangkan atas tidak ada perhatian sama sekali dari kabupaten maupun provinsi. padahal Kecamatan Cileungsi adalah salah satu bagian wilayah kabupaten Bogor,” ketusnya.
Dirinya berharap seluruh warga masyarakat di Kecamatan Cileungsi agar tidak berkecil hati atas acuhnya pemerintah soal penataan fly over Cileungsi.
“Saya harap masyarakat tidak kecil hati dan tetap semangat kita tunjukan dengan swadaya kita mampu, serta ini bukti bahwa masyarakat yang ada Cileungsi ini sangat memperhatikan wilayahnya walaupun tanpa bantuan pemerintah, karena fly over Cileungsi ini merupakan icon Bogor Timur,” harapnya. (Firm)





























Comments