0

BIREUEN, INDONEWS | Dalam upaya mendorong kualitas pendidikan madrasah menuju standar unggul dan kompetitif, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen meluncurkan program strategis bertajuk Pembelajaran Penuh Cinta dan Siswa Tembus Kampus Unggulan. Program ini merupakan turunan dari Asta Protas Menteri Agama Republik Indonesia yang tertuang dalam edaran Nomor B-2028/Kk.01.12/PP.00/04/2025.

Kepala Kankemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menjadi penggerak utama program ini melalui pembinaan yang diberikan kepada para kepala madrasah tingkat RA, MI, dan MTs se-Kabupaten Bireuen.

Kegiatan pembinaan dilaksanakan pada April 2025 dan dipusatkan di MAN 2 Bireuen, sebagai wujud konkret komitmen Kemenag terhadap transformasi pendidikan madrasah.

Zulkifli menjelaskan bahwa inti dari program ini mencakup tiga pilar utama: Pembelajaran Penuh Cinta, Prestasi Akademik, Siswa Tembus Kampus Unggulan.

Tujuannya adalah menciptakan madrasah unggul yang menggabungkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam satu sistem pendidikan yang terintegrasi.

Program ini dirancang dengan pendekatan menyeluruh, di antaranya:

  • Pemetaan Potensi Siswa melalui tes IQ dan tes minat bakat berbasis RIASEC dan Multiple Intelligence.
  • Pengelompokan Kelas Berdasarkan Gaya Belajar, mencakup tipe visual, auditori, dan kinestetik.
  • Pembekalan UTBK (SNBT), meliputi TPS (Tes Potensi Skolastik) serta kemampuan akademik sesuai jurusan, menggunakan sumber belajar modern seperti buku SBMPTN dan platform digital.
  • Partisipasi dalam Kompetisi, seperti KSM, MYRES, OSN, FLS2N, MTQ Nasional, serta program GTK Berprestasi.
  • Pembangunan Karakter dan Lingkungan, melalui program Madrasah Sehat, Madrasah Hijau, dan Madrasah Adiwiyata.
  • Penguatan Pembelajaran Penuh Cinta, di mana guru menyambut siswa dengan salam, senyum, dan sapaan; mengajar dengan empati; serta mengintegrasikan nilai spiritual dan refleksi positif dalam proses belajar-mengajar.
  • Inovasi dan Teknologi, untuk mendorong modernisasi sistem pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan.
BACA JUGA :  Cegah Lakalantas, Polres Bangka Barat Lakukan Patroli Rutin

Menurut Dr. Zulkifli, transformasi madrasah tidak hanya bertumpu pada hasil akademik, tetapi juga membentuk ekosistem pendidikan yang sehat, berintegritas, dan bebas korupsi. Untuk itu, program ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan Madrasah Wilayah Bebas dari Korupsi (MWBK).

Ia berharap, seluruh madrasah di bawah naungan Kemenag Bireuen dapat menjadi model pendidikan unggul yang mampu menghasilkan generasi emas, berdaya saing, dan berakhlak mulia di tingkat nasional maupun internasional. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.