0

LAMPUNG UTARA, INDONEWS — Polsek Abung Semuli memberikan pembekalan hukum mengenai bahaya narkoba dan perundungan (bullying) kepada sekitar 200 siswa-siswi kelas X SMK Muhammadiyah Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah setempat ini dikemas dalam rangkaian Forum Orientasi dan Ta’aruf Siswa (FORTASI) Tahun Pelajaran 2026/2027.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya nyata Polri dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan taat hukum.

Hadir langsung dalam acara ini Kapolsek Abung Semuli AKP Sahril Emarsad, S.Sos., Kepala SMK Muhammadiyah Abung Semuli Ali Mustofa, M.Pd., beserta jajaran dewan guru dan staf sekolah.

Dalam pemaparannya, Kapolsek Abung Semuli menyampaikan materi krusial yang kerap mengancam remaja saat ini. Mulai dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif, tawuran, bullying, minuman keras, geng motor, judi online, penyebaran berita bohong (hoaks), hingga dampak buruk pergaulan bebas.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Herawati menegaskan bahwa edukasi ke sekolah-sekolah merupakan program preventif berkala dari pihak kepolisian.

BACA JUGA :  Ketua K3S Rumpin: Peran Pers pada Masyarakat Pendidikan Sangat Penting

“Melalui kegiatan FORTASI ini, Polri ingin menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada para pelajar. Kami mengajak seluruh siswa untuk menjauhi narkoba, tidak terlibat tawuran, bullying, geng motor, judi online, maupun perilaku menyimpang lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” ujar IPTU Herawati saat memberikan keterangan kepada media.

IPTU Herawati juga menambahkan bahwa terciptanya lingkungan belajar yang aman dan kondusif tidak bisa bertumpu pada polisi saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat luas.

“Kami berharap para siswa baru dapat memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, berprestasi, serta menjadi generasi yang berakhlak baik. Polri akan terus hadir memberikan edukasi sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan jalannya sosialisasi berlangsung interaktif. Ratusan siswa baru tampak antusias mengajukan pertanyaan dan mengikuti diskusi, menjadikan pembekalan ini sebagai modal penting mereka dalam memulai lembaran baru di bangku sekolah menengah kejuruan. (adr)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan