Ribuan Pendidik Masih Menunggu Kepastian
BIREUEN, INDONEWS — Harapan ribuan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bireuen untuk menerima bantuan pascabanjir dari pemerintah pusat hingga kini masih belum menjadi kenyataan.
Meski nama mereka telah dinyatakan masuk dalam daftar penerima, dana bantuan sebesar Rp5,7 juta per orang belum juga masuk ke rekening penerima.
Ironisnya, bencana banjir yang menjadi dasar pemberian bantuan tersebut telah berlalu hampir satu tahun. Namun hingga kini, masih banyak guru yang belum memperoleh hak yang dijanjikan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Kementerian sebelumnya telah membuka tautan pendataan yang wajib diisi langsung oleh para guru terdampak.
Seluruh tahapan administrasi telah diikuti sesuai ketentuan sebagai syarat pencairan bantuan.
Untuk Kabupaten Bireuen, diperkirakan sekitar 2.300 guru ASN telah terdaftar sebagai penerima bantuan melalui bank penyalur. Namun, hingga saat ini, sebagian guru mengaku dana tersebut belum mereka terima.
Salah seorang guru ASN yang enggan disebutkan namanya mengaku telah berulang kali mendatangi Bank Aceh Syariah untuk menanyakan pencairan dana tersebut. Namun, menurutnya, petugas hanya melakukan pengecekan saldo rekening.
“Yang kami harapkan bukan sekadar memeriksa saldo, tetapi juga memastikan apakah nama kami sudah masuk dalam daftar penerima dan bagaimana status pencairannya. Kami hanya ingin memperoleh kejelasan,” ujarnya.
Ketiadaan informasi yang jelas membuat para guru terus diliputi tanda tanya. Mereka berharap ada penjelasan resmi agar tidak terus menunggu dalam ketidakpastian.
Sementara itu, saat dikonfirmasi pada Jumat (3/7/2026), pihak Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen mengakui bahwa dana bantuan banjir untuk guru ASN dari kementerian belum diterima.
Menurut pihak bank, dana yang telah disalurkan sejauh ini merupakan bantuan bagi tenaga Non-ASN, sedangkan bantuan untuk guru ASN masih belum masuk ke bank penyalur.
Kini, ribuan guru hanya berharap adanya kepastian dari pihak-pihak terkait. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bentuk kepedulian negara terhadap para pendidik yang turut menjadi korban bencana.
“Yang paling melelahkan bukanlah menunggu, melainkan menunggu tanpa kepastian. Kejelasan adalah hak setiap warga, terlebih bagi mereka yang telah memenuhi seluruh persyaratan.” (Hendra)





























Comments