0

“Ilmu Bisa Didapat di Mana Saja, Jangan Berkecil Hati”

KOTABUMI, INDONEWS Tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putri mereka di SMP Negeri 7 Kotabumi, Lampung Utara, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 menyisakan cerita haru.

Dari total 347 pendaftar yang menaruh harapan besar, sebanyak 59 calon siswa terpaksa tidak dapat diakomodasi akibat keterbatasan kuota daya tampung sistem perankingan juknis resmi.

Merespons situasi tersebut, Ketua Panitia PPDB SMPN 7 Kotabumi, Desy Malasari, S.Si., didampingi Wakil Kepala Sekolah (Waka) Yanita, memberikan klarifikasi terbuka sekaligus menyampaikan pesan empati yang mendalam untuk meredam kekecewaan serta amarah para orang tua dan calon murid yang belum berkesempatan lolos.

Pihak sekolah menegaskan bahwa tidak diterimanya puluhan anak tersebut murni karena batasan regulasi jumlah kursi, bukan karena rendahnya kualitas atau kemampuan diri sang anak.

Mewakili seluruh jajaran panitia dan tenaga pendidik, Desy Malasari mengungkapkan rasa berat hatinya karena harus melepas puluhan anak yang memiliki semangat tinggi untuk belajar di sekolah tersebut.

BACA JUGA :  Jabat Ketua K3S Kecamatan Rumpin, Agus Beberkan Misi Pendidikan Berkualitas

“Sebagai guru, batin kami sejujurnya ingin merangkul dan menerima semua anak yang mendaftar. Namun, kami dibatasi oleh regulasi kuota maksimal 32 siswa per kelas demi menjaga kualitas belajar,” ujar Desy, dengan nada penuh kehangatan saat diwawancarai di sela-sela kegiatan daftar ulang, Minggu (5/7/2026) sekira pukul 11.30 WIB.

Bagi 59 calon siswa yang belum berkesempatan bergabung, Desy memberikan motivasi besar agar anak-anak maupun orang tua tidak merasa berkecil hati apalagi merasa gagal.

“Jangan berkecil hati, mari kita semua berbesar hati. Menuntut ilmu itu tidak hanya terpaku di SMPN 7 Kotabumi. Di mana pun anak-anakku bersekolah nanti, insyaallah bisa mendapatkan ilmu yang jauh lebih baik. Ilmu tidak hanya didapat di satu tempat, di tempat lain pun mungkin ada yang lebih baik dari sekolah kami. Masa depan kalian masih sangat panjang,” pesannya, menyemangati.

Guna memastikan rasa keadilan dan menjaga marwah sekolah di mata publik, manajemen SMPN 7 Kotabumi menjamin penuh bahwa seluruh proses seleksi berjalan dengan menjunjung tinggi integritas.

BACA JUGA :  Kementerian ATR/BPN Perjuangkan Pendidikan Warga Eks Timtim, Kemendikbud Setuju

Regulasi PPDB dijalankan secara ketat sesuai petunjuk teknis (juknis) Dinas Pendidikan dengan prinsip no justice, no titip.

“Kami murni menjalankan amanat pemerintah. Tidak ada praktik titip-menitip dalam bentuk apa pun. Semua berkas, baik jalur prestasi, afirmasi, maupun zonasi (domisili), diverifikasi secara objektif dan faktual sesuai juknis. Kepercayaan besar yang diberikan orang tua murid harus kami jaga dengan kejujuran,” tegas Desy.

Mengenai sempat terjadinya kendala teknis berupa eror jaringan pada sistem aplikasi pusat di awal pendaftaran, panitia bergerak cepat. Meskipun sistem sempat tertahan (stuck) hingga pukul 12.00 WIB, tim panitia di balik layar rela lembur bekerja hingga sore hari demi memastikan seluruh berkas pendaftar pada hari itu berhasil terverifikasi dengan aman dan akurat.

Rumah Kedua

Siap Sambut 288 Siswa Baru sebagai “Rumah Kedua” bagi 288 siswa yang dinyatakan lolos seleksi, SMPN 7 Kotabumi kini tengah mematangkan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak.

Berdasarkan jadwal, seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 akan resmi masuk sekolah pada Senin, 13 Juli 2026. Namun, khusus siswa baru kelas 7, mereka sudah mulai dikumpulkan untuk persiapan dan pembagian kelas sejak Sabtu, 11 Juli 2026.

BACA JUGA :  Hari Pertama Pendaftaran PPDB Online di Depok Overload, Jangan Panik dan Dicoba Lagi

Selama 5 hari pelaksanaan MPLS, sekolah mengusung tema ramah tamah. Tujuannya agar siswa baru dapat langsung beradaptasi dengan nyaman, mengenali guru-guru mereka, serta memahami seluruh fasilitas sekolah tanpa rasa takut.

Dengan komposisi ideal 32 siswa per kelas, sekolah optimistis dapat melebur keberagaman latar belakang siswa untuk mendongkrak prestasi akademik maupun non-akademik.

Siswa jalur prestasi akademik nantinya akan diarahkan ke pembinaan khusus Olimpiade Sains Nasional (OSN) seperti Matematika dan IPS , sementara siswa lainnya akan dirangkul melalui ekstrakurikuler unggulan seperti futsal, pramuka, dan paskibra.

Melalui klarifikasi dan keterbukaan ini, pihak SMPN 7 Kotabumi berharap seluruh masyarakat, baik yang putra-putrinya diterima maupun yang belum berkesempatan, dapat saling mendukung demi masa depan pendidikan anak-anak di Lampung Utara. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan