0

Berbasis Blended Learnin, Program Ini Guna Menekan Angka Putus Sekolah

BANDAR LAMPUNG, INDONEWS — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi meluncurkan terobosan baru berupa Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) gratis tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Langkah strategis ini digagas sebagai solusi konkret untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) serta memperluas akses pendidikan formal di wilayah Bumi Ruwa Jurai.

Melalui keterangan tertulis via pesan WhatsApp pada, pada Sabtu (4/7/2026), Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.S.T.P., M.H., menjelaskan bahwa program ini dirancang sangat fleksibel dengan target kuota minimal 60 siswa per sekolah penyelenggara. Namun, kuota tersebut tidak dibatasi dan diharapkan bisa menjaring peserta sebanyak-banyaknya.

“Mulai tanggal 6 Juli sampai 31 Juli 2026, kami resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Pendidikan Jarak Jauh. Target utama kami saat ini adalah anak-anak yang putus sekolah (drop out) di rentang usia 16 hingga 18 tahun. Namun, insyaAllah pada akhir bulan ini kami juga bersiap membuka program SMA Terbuka yang dikhususkan bagi usia dewasa di atas 18 hingga 21 tahun,” terang Thomas via WhatsApp.

BACA JUGA :  KWRI Beri Pengarahan Tentang Media Sosial di SMPN 03 Tubaba

Thomas menambahkan bahwa seluruh persiapan untuk program lanjutan tersebut, termasuk kesiapan tenaga pendidik (guru) hingga kurikulum pendukung, telah dimatangkan oleh pihak Disdikbud.

Program PJJ ini menerapkan metode pembelajaran kombinasi (blended learning). Komposisinya terdiri dari 70 persen pembelajaran daring (online) menggunakan Learning Management System (LMS) dan 30 persen pembelajaran tatap muka. Sistem ini dinilai sangat adaptif bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan waktu karena harus bekerja membantu orang tua.

Guna menjamin kualitas belajar, tempat pembelajaran tatap muka akan berlangsung secara fleksibel. Disdikbud Lampung telah menyiapkan skema kolaborasi tenaga pendidik yang matang, di mana akan ada Guru Kunjung yang datang langsung ke lokasi, serta didampingi oleh Guru Pamong sebagai pengawas proses belajar mandiri siswa.

Meskipun proses belajar dilakukan secara jarak jauh, Thomas menjamin seluruh peserta didik akan mendapatkan hak yang sama dengan siswa reguler, termasuk kepemilikan ijazah resmi dari sekolah negeri induk.

Pada tahap awal, pelaksanaan program PJJ gratis ini dipusatkan di empat sekolah penyelenggara:SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Gunung Sugih (Kabupaten Lampung Tengah), SMA Negeri 1 Pagar Dewa (Kaburement Lampung Barat), SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan (Kabupaten Tulang Bawang).

BACA JUGA :  Cegah Kenakalan Remaja, Kasi Humas Polres Lampung Utara Lakukan Binluh

“Misalnya mengikuti PJJ di SMA Negeri 2 Bandar Lampung, maka ijazah yang diterima siswa nantinya adalah ijazah resmi dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung,” tegasnya.

Pendaftaran SPMB PJJ ini dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang disebarkan melalui akun media sosial resmi Disdikbud Provinsi Lampung serta akun resmi masing-masing sekolah induk.

Menutup pesan tertulisnya, Thomas Amirico menyampaikan optimismenya bahwa segala tantangan di lapangan akan mampu diselesaikan dengan kerja sama tim yang solid.

“Mudah-mudahan segala kendala nanti kita coba atasi ya, dengan kolaborasi bersama segala pihak,” pungkasnya. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan