0

BOGOR, INDONEWS | Terkait kasus dugaan korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor, Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu menyebut tidak ada kepala dinas yang diamankan pada kasus dugaan pemerasan oleh oknum KPK gadungan itu.

Hal tersebut dikatakan Asmawa usai menghadiri acara di Gedung Serbaguna Setda Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2024) siang.

Diduga, pernyataan itu sebagai bentuk koreksi pernyataannya pada Kamis (25/7/2024) malam yang menyatakan ada kepala dinas yang ikut diamankan dalam kasus ini.

“Sampai hari ini saya dan kepala dinas lengkap semua pada rapat ini,” kata Asmawa Tosepu kepada wartawan saat wawancara cegat.

Pada saat itu, Asmawa Tosepu meminta para wartawan untuk menanyakan ke Polres Bogor.

“Dari KPK sudah melimpahkan ke Polres Bogor,” katanya.

Seperti diketahui, di Cibinong pada Kamis (25/7), Asmawa menyebutkan salah satu kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, turut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus pemerasan.

Ia mengatakan, dari enam orang yang diamankan KPK, satu orang di antaranya merupakan kepala dinas.

BACA JUGA :  Bayu Syahjohan Berharap Pilbup Bogor Hasilkan Pemimpin Amanah

“Kasusnya pemerasan, satu orang sopir, dan empat orang PNS dan satu di antara PNS itu ada kepala dinas, hanya masih dicari tahu siapa,” kata Asmawa.

Saat itu, ia mengaku masih melakukan penelusuran mengenai kasus pemerasan yang melibatkan empar orang ASN Pemerintah Kabupaten Bogor ini.

“Sekarang kita lihat dulu, seperti apa konstruksinya, apakah bagian dari pelaku, nanti diungkap. Pasti aparat penegak hukum akan mengungkap ini secara terang benderang,” ujarnya.

KPK sendiri menangkap seseorang berinisial YS yang mengaku sebagai pegawai KPK dan melakukan pemerasan terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bogor hingga Rp300 juta.

Tim KPK mengamankan YS di rumah makan Mang Kabayan di Kabupaten Bogor sekitar pukul 13.30 WIB. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor