BOGOR, INDONEWS – Akibat banyaknya persoalan di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang tak kunjungan selesai, Jurnalis dan Aktivis Bogor Raya (Jasbora) beraudensi bersama camat setempat, untuk mempertanyakan keseriusan dan penyelesaiannya.
Dalam keterangannya, Ketua Jasbora, Romi Sikumbang menyampaikan jika persoalan di Cileungsi banyak yang perlu dilakukan pembenahan, yang mana hal ini harus disampaikan langsung ke camat agar ditindaklajuti secepatnya.
“Banyak persoalan yang seharusnya camat cepat bertindak. Di antaranya persoalan semrawutnya fly over Cileungsi, sampah liar di tepi jalan raya kabupaten dan provinsi, kemacetan, hingga keberadaan tempat hiburan malam (THM) dan panti pijat,” ungkap Romi, kepada wartawan, Senin (14/8/2023).
Menurutnya, sejauh ini semenjak Camat Adhi Nugraha menjabat, belum ada upaya tindakan nyata dalam mengatasi permasalah yang disampaikan padanya.
“Persolaan tersebut hingga saat ini belum ada upaya konkrit dan tindakan nyata untuk dilakukan penyelesaian secara tuntas semenjak camat ini menjabat,” tegasnya.
Romi menilai, minimnya pengawasan pihak kecamatan dalam pelaksanaan program desa membangun yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) APBD pusat, maupun Samisade, dan APBD Kabupaten, menimbulkan permasalahan baru yang juga sejatinya menjadi prioritas camat.
“Minimnya pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah sehingga menimbulkan masalah baru yang sepatutnya itu tidak terjadi jika seluruh stakeholder dimaksimalkan kinerjanya,” katanya.
Romi menjelaskan, terkait anggaran hibah sampah DKI maupun CSR, perusahaan yang seharusnya di Bogor Timur lebih besar mendapatkan porsi untuk menopang percepatan pembangunan, tapi hingga saat ini belum jelas.
“Seharusnya Bogor Timur lebih besar mendapatkan Anggaran Hibah sampah DKI sehingga bisa menopang percepatan pembangunan dan ini harus diperjuangkan oleh camat agar tidak ada istilah tidak ada anggaran,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Cileungsi, Adhi menanggapi positif kritikan tersebut sebagai bahan evaluasi kinerjanya. Pihaknya pun mengaku jika beberapa persoalan yang kerap disampaikan melalui kritik media massa tersebut dinilai dapat membantu kinerjanya untuk lebih ditingkatkan lagi.
“Saya menanggapi kritikan, baik LSM dan media dengan positif. Karena dengan kritikan ini, kami akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi kedepannya,” kata Adhi.
Terkait persoalan fly over yang hingga saat ini tak kunjung adanya penyelesaian, Adhi mengakui jika anggaran dari pemda yang sebelumnya akan dimanfaatkan untuk penataan fly over, oleh pihak pemda dialihkan untuk yang lainnya dalam pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban longsor di wilayah Bogor Barat, dengan alasan lebih prioritas.
“Tapi saya sudah usulkan kembali untuk penataannya. Bisa juga kita gandeng pihak perusahaan di Cileungsi, untuk dapat berkontribusi dalam menata fly over,” ujarnya.
Kemudian juga terkait THM dan miras yang berkaitan dengan penyakit masyarakat, ia mengaku sejauh ini sudah berupaya melakukan tindakan sesuai kewenangan pihak kecamatan, salah satunya mendata, dan melaporlan persoalan tersebut ke pihak dinas terkait yang ada di Kabupaten Bogor.
“Upaya kita sudah dilakukan, mulai dari imbauan, teguran, pendataan hingga pelaporan ke kabupaten,” katanya.
Disamping itu, berkaitan dengan persoalan sampah liar, Adhi juga mengaku sudah mengupayakan pengangkutan secara berkala yang tentunya berkoordinasi dengan pihak UPT DLH setempat.
“Upaya pengakutan sudah selalu dikoordinasikan dengan pihak UPT DLH, tapi tak berlangsung lama. Ini dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat,” akunya. (Firm)




























Comments