0

BIREUEN, INDONEWS – Sebanyak 97 SMP Negeri dan sederajat di Kabupaten Bireuen mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2022, mulai Senin (19/9/2022).

Adapun jumlah SMP Negeri yang sifatnya mandiri sebanyak 68. Sedangkan untuk SMP Negeri yang menumpang di sekolah lain dalam mengikuti ANBK berjumlah 29 sekolah.

Demikian disampaikan Kepala Dinsa (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Muhammad Al Mittaqin S.Pd., MPd melaui Kabid Pembinaan SMP, Muhammad Nasir S.Pd kepada Media-IndoNews, Selasa (20/9/2022).

“ANBK adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan,” jelas Nasir.

Ia menjelaskan, Asesmen Nasional dilaksanakan dengan 3 instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM Literasi, Numerasi), Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar.

Berikut penjelasan lengkapnya:

Asesmen Kompetensi Minimum

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dilakukan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi.

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

BACA JUGA :  60 Siswa dan Siswi UPTD SMP Negeri 1 Bireuen Ikuti Sosialisasi Perundungan

Sedangkan, Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Terdapat 6 indikator yang menjadi penilaian dalam survei karakter pada ANBK 2022 ini, diantaranya ialah Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkebhinekaan Tunggal, Mandiri, Gotong Royong, Berpikir Kritis, serta Kreatif.

Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

Beberapa hal yang diuji dalam survei lingkungan belajar yakni bagaimana suasana keamanan sekolah, kebhinekaan sekolah, indeks sosial ekonomi di sekolah, kualitas pembelajaran dan bagaimana pengembangan guru.

“Pelaksanaan ANBK di Bireuen diharapkan berjalan lancar tanpa adanya hambatan apapun. Misalkan padamnya aliran listrik saat dimulainya ujian tersebut. Namun hingga saat ini belum ditemukan kendala apapun dalam pelaksanaan ANBK di Bireuen,” pungkas Nasir. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan