0

BIREUEN, INDONEWSKebahagiaan menyelimuti keluarga Muhammad Rafiki, bocah pekerja tukang kayu yang tinggal di kawasan pesisir Desa Kuala Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Memasuki tahun ajaran baru, siswa berprestasi tersebut akhirnya menerima perhatian dan bantuan setelah kisah hidupnya sempat menjadi sorotan publik.

Beberapa waktu lalu, Muhammad Rafiki menjadi viral karena hingga kini belum pernah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) selama menempuh pendidikan di MIN 21 Jeumpa, meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Di tengah keterbatasan itu, secercah harapan datang dari mantan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal Zakaria Ali, yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Bina Adwil).

Melalui perwakilannya, Safrizal menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah lengkap serta paket sembako kepada Muhammad Rafiki di kediamannya, Sabtu (11/7/2026).

Bantuan tersebut datang pada waktu yang sangat berarti. Sebelumnya, Rafiki bersama abang kandungnya, Muhammad Haikal, diliputi kegelisahan karena keluarga mereka tidak memiliki biaya untuk membeli buku, seragam, dan berbagai perlengkapan sekolah lainnya. Sementara hari pertama masuk sekolah tinggal menghitung hari.

BACA JUGA :  Sambut Apresiasi Wadan Pussenkav TNI AD, Kepsek SMAN 1 Kotabumi Siap Pacu Mutu dan Jaga Integritas

Kini, senyum kembali menghiasi wajah Rafiki dan keluarganya. Bantuan itu bukan hanya memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bahwa masih banyak tangan-tangan yang peduli terhadap masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dengan penuh rasa syukur, keluarga Muhammad Rafiki memanjatkan doa kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan melalui kebaikan Safrizal Zakaria Ali. Mereka juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mantan Pj Gubernur Aceh beserta seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuan tersebut.

“Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak Safrizal Zakaria Ali dengan rezeki yang berlimpah, kesehatan, umur yang berkah, serta kemudahan dalam setiap pengabdian dan aktivitas beliau,” ungkap keluarga Rafiki.

Kisah Muhammad Rafiki menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan ekonomi, masih ada anak-anak yang terus berjuang mempertahankan impiannya melalui pendidikan.

Uluran tangan dari para dermawan bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga harapan agar mereka dapat terus melangkah menggapai cita-cita.

Dalam ajaran Islam, sedekah memiliki kedudukan yang sangat mulia sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus bukti keimanan. Membantu fakir miskin dan mereka yang membutuhkan bukan hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi amalan yang mendatangkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda.

BACA JUGA :  Disdikbud Bireuen Sosialisasikan DAK Tahun 2022

Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261). (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan