BOGOR, INDONEWS | Agus Koswara (54), warga Sukabumi yang seorang sopir truk angkutan semen menjadi korban aksi kejahatan jalanan, Rabu (24/4/2024) kemarin.
Dirinya mengaku menjadi korban pengeroyokan beberapa oknum pak ogah di jalan raya Narogong, depan pos polisi pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Agus menceritakan, kejadian bermula ketika dirinya dihentikan oknum pak ogah di pertigaan perumahan Permata Cibubur, yang mana dilokasi juga ada pos polisi juga ada polisi lalu lintas.
Namun karena tidak bisa mengerem mendadak lantaran khawatir terjadi laka lantas dibelakang mobil, truk tak bisa berhenti dan oknum pak ogah mengendor pintu mobil serta memukul. Karena takut, Agus pun tancap gas.
“Saya diberhentikan pak ogah untuk bergantian yang melintas di pertigaan. Karena tangung saya gak bisa ngerem mendadak takut di belakang nabrak saya dan pak ogah pun kelewat. Nah mungkin karena itu pintu mobil saya digedor-gedor dan oknum pak ogah sempat naik ke mobil sambil marah-marah ke saya. Karena takut, saya tancap gas,” terangnya.
Sampai pasar Cileungsi tepatnya depan pos lantas, kondisi jalanan macet. Ternyata ada empat orang menggunakan motor menyusul dan naik ke mobil serta langsung mengeroyok. Agus juga sempat diseret keluar serta sempat diteriaki tukang todong.
“Saya diteriaki tukang todong sehingga massa yang tidak tahu masalahnya ikut memukul,” ungkapnya.
Akibatnya kejadian ini, Agus mengaku mengalami luka sobek di kepala hingga dijahit, dan juga benjol di kening. Ia dibawa ke Puskesmas Cileungsi untuk mendapatkan pengobatan.
Ia menambahkan, kejadian ini sudah dilaporkan ke polisi dan berharap laporan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Sudah saya laporkan didampingi rekan-rekan sesama sopir ke Polsek Cileungsi. Berharap cepat ditindaklanjuti sesuai proses hukum,” katanya.
Sementara Madun, salah satu saksi membenarkan kejadian tersebut disebabkan salah paham.
“Awalnya sopir tersebut diberhentikan karena akan ada yang nyebrang, namun sopir gak berhenti dan ditegur oknum pak ogah. Namun sopir mengeluarkan pisau dan di situlah mungkin oknum pak ogah emosi hingga memukul sopir tersebut,” terangnya. (Firm)





























Comments