0

BOGOR, INDONEWS | Nasib naas dialami anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar SMP di Kabupaten Bogor. Diduga ia disetubuhi hingga hamil dan melahirkan. Namun korban kini belum mendapatkan keadilan.

Pasalnya, pelaku yang diduga siswa SMK Bina Teknika Kabupaten Bogor hingga kini masih bebas dan aktif bersekolah serta mengikuti ujian kelulusan tahun ini.

Parahnya lagi, atas dugaan kasus tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur itu, pihak SMK terkesan diam dan seolah menutupi kasus tersebut, meski anak yang dilahirkan sudah berusia 6 bulan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, wartawan mencoba mendatangi SMK Bina Teknika, Desa Dayeuh pada Selasa (26/3/2024). Namun belum mendapatkan keterangan dari sekolah.

Ketua Yayasan SMK Bina Teknika, H. Kohar saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap, pada Minggu (31/3/2024) juga belum bersedia menjawab.

Sama halnya dengan Rangga, salah satu guru BK SMK Bina Teknika, saat dikonfirmasi wartawan ia juga bungkam.

Sementara Feri, salah satu keluarga korban menyesalkan dan menyayangkan sikap pihak sekolah yang terkesan menutupi kasus ini. Menurutnya sekolah seharusnya kooperatif demi menjaga marwah dunia pendidikan.

“Seharusnya pihak bisa bekerja sama membuka kasus ini agar terang benderang, guna menjaga marwah pendidikan. Kasus ini telah mencoreng dunia pendidikan dan juga mencoreng nama baik sekolah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kreativitas Murid, MI Mathla'ul Falah Siremen Ikhtifalan

Feri menegaskan, jika sampai hal ini masuk ke ranah hukum, maka pihak sekolah berpotensi disalahkan karena diduga telah melindungi pelaku kejahatan, terlebih korbannya anak dibawah umur yang hukumannya sangat berat.

“Sekolah harus bertanggung jawab karena memang berpotensi dipersalahkan karena diduga melindungi pelaku kejahatan,” tegasnya.

Untuk diketahui, siswi SMP dibawah umur menjadi korban persetubuhan. Saat ini ia sudah tidak sekolah akibat insiden yang membuatnya harus melahirkan bayi. Sementara pelakunya berinisial MA (18), diduga siswa SMK Bina Teknika, masih bersekolah dan telah mengikuti ujian kelulusan tahun ajaran 2024. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan