0

BOGOR, INDONEWS | Sejak BRIN dikukuhkan menjadi satu-satunya lembaga penelitian di Indonesia, maka pemerintah mengucurkan anggaran cukup besar untuk membangun berbagai sarana gedung serta peralatan laboratorium canggih.

Lewat Perpres Nomor 33 tahun 2021 pada tanggal 5 Mei, BRIN dibentuk terdiri dari LIPI, BPPT, BATAN, LAPAN  serta lembaga penelitian lainnya yang ada di Kementerian.

Salah seroang tokoh masyarakat Kabupaten Bogor menyebutkan, sejumlah gedung megah dan fasilitas lainnya untuk mendukung dan mendorong para peneliti (periset) dari berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi, di antara gedung tersebut adalah Green House Biodiversitas, Gedung Keberagaman Hayati, Gedung BNC, Gedung Genomic (semua di kawasan KST Cibinong-Bogor).

Selain itu juga, di berbagai daerah, seperti pembangunan fasilitas infrastruktur Laboratorium Teknologi Tepat Guna (TTG) di Subang, Jawa Barat, pembangunan infrastruktur Riset laboratorium Traditional Food GMP di daerah Gunung Kidul Jawa Tengah serta sederet gedung dan fasilitas lainnya dibawah Kedeputian Infrastruktur Riset dan Inovasi.

Seluruh pembangunan tersebut masing-masing dilaksanakan pada tahun 2022 dengan biaya ratusan miliar rupiah tiap pembangunan.

BACA JUGA :  Mayat Wanita Dalam Rumah Ditemukan Membusuk, Warga Cikahuripan Geger

Namun patut disayangkan, hingga saat ini penggunaan sarana dan fasilitas tersebut belum bisa secara maksimal dimanfaatkan karena sebagian di antaranya terindikasi mangkrak.

Padahal pemerintah dalam program pembangunan tersebut menyebutkan sesuatu yang urgen guna mempercepat kemajuan Indonesia dalam bidang penelitian yang mendunia.

Gedung Green House misalnya. Ternyata hingga kini masih belum rampung, padahal pembangunannya dipercayakan pada PT. Adhi Karya (persero-BUMN).

Menurut informasi, pembangunan ini mangkrak. Begitu juga dalam penyediaan fasilitas peralatan laboratorium, bahwa mengingat besarnya dana yang dikucurkan guna mengadakan alat-alat canggih namun hingga kini nampaknya belum ada out put signifikan dihasilkan lembaga riset yang diagung-agungkan ini.

“Masyarakat menunggu kehadiran BRIN yang disebutkan akan menyamai kualitas periset dari negara maju. Tapi hingga kini belum ada kabar yang luar biasa,” kata salah seorang pemerhati pembangunan di Bogor.

Menurutnya, peralatan canggih tersebut adalah Cryo-EM (Cryo Elektron Microscopy) yang diharapkan dapat mengetahui jenis virus berbahaya saat ini.

Ada juga alat Primata Cage untuk mengetahui sifat-sifat binatang seperti orang utan, monyet dan binatang jenis lain.

BACA JUGA :  Kabaintelkam dan Kapolres Bogor Tinjau Vaksinasi Serentak di Mall Cileungsi

“Semua peralatan ini diimport dari Amerika dan negara maju lainnya lewat suatu proses lelang yang kuat aroma kolusi,” kata sumber,

Menurut sumber tadi, bahwa selama tahun 2021, 2022 dan 2023 pemerintah sudah banyak mengucurkan dana untuk BRIN. Maka dengan demikian publik mengharapkan adanya transparansi di BRIN terkait penggunaan anggaran negara yang amat besar.

Sebab akhir-akhir ini semakin banyak kasus korupsi yang bermunculan pada saat pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. (Johnner Simanjuntak)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor