0

KOTABUMI, INDONEWS — Tumpukan sampah rumah tangga di Jembatan Jalur 2 Kebon 4 Kotabumi, Lampung Utara, menjadi perhatian warga dan pengguna jalan.

Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan sekaligus memunculkan kekhawatiran dampak kesehatan lingkungan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, limbah yang dibuang sembarangan telah meluber hingga sebagian bahu jalan utama. Pengendara roda dua dan roda empat yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraan demi keamanan.

Selain merusak pemandangan kawasan perkebunan, aroma menyengat dari sampah basah juga mulai mengganggu pengguna jalan yang setiap hari melewati jalur keluar masuk Kotabumi tersebut.

Keberadaan titik pembuangan liar ini memunculkan keluhan dari warga sekitar. Kekhawatiran terbesar adalah potensi masalah kesehatan jika sampah dibiarkan menumpuk.

“Kalau musim hujan, air lindi dari sampah bisa masuk ke parit. Kami khawatir ini menjadi sarang nyamuk penular DBD atau memicu infeksi kulit,” kata seorang warga yang kerap melintas pada Minggu (24/5/2026).

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara segera menurunkan armada untuk membersihkan lokasi. Pemasangan plang larangan buang sampah juga dinilai penting sebagai langkah awal pencegahan.

BACA JUGA :  Warga Heran, Bangunan MBG Tanpa Izin Pemdes Tiba-tiba Berdiri Kokoh

Fenomena pembuangan sampah liar di jalur tersebut disebut tidak lepas dari keterbatasan akses ke TPS resmi. Jarak yang jauh ke tempat pembuangan legal membuat sebagian warga memilih membuang limbah di lokasi yang lebih dekat dan sepi.

Kondisi ini diperberat dengan keterbatasan jumlah armada truk sampah dan personel pengawas di lapangan, mengingat luasnya wilayah pelayanan kebersihan di Kabupaten Lampung Utara.

Penyelesaian masalah dinilai membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat. DLH Lampung Utara diharapkan memetakan kembali kebutuhan bak sampah komunal serta mengoptimalkan jadwal pengangkutan di titik rawan.

Di sisi lain, peran perangkat desa, RT, dan RW juga dianggap krusial untuk mengedukasi warga secara langsung. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif agar jembatan yang menjadi urat nadi transportasi warga tidak lagi difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara untuk mendapat konfirmasi terkait rencana penanganan jangka pendek maupun jangka panjang di lokasi tersebut. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.