CAUSEWAY BAY, INDONEWS – Bulan suci Ramadhan akan segera tiba dalam beberapa hari lagi. Untuk menyambut bulan penuh berkah itu, kumpulan organisasi atau komunitas pekerja Migran Indonesia di Hong Kong, yaitu BaraJP BPLN Hong Kong, Peduli sehat Hong Kong, LA NKRI Hong Kong, LKTN Nusantara, dan Ijone Indonesia menggelar doa bersama dengan tema “Menjalin Silaturahmi Membangun Kebersamaan”.
Acara yang berlangsung di Taman Terbuka, Causeway Bay Hong Kong, Senin (20/3/2023) itu, dikoordinir Koordinator Tim Alpha PMI Hong Kong juga sebagai Ketua Barisan Relawan Jalan Perubahan Hong Kong (BaraJP BPLN HKG). Sedangkan doa dipandu Ina Arini dengan penuh dengan khidmat dan kekeluargaan.
“Walaupun kami jauh dari kampung halaman, kami masih peduli dengan menjaga keragaman adat dan budaya di Indonesia yang merupakan ciri khas tersendiri bagi bangsa yang sejatinya terdiri dari macam-macam suku, adat istiadat dan budaya dan tradisi yang terdapat di daerah Jawa, meski cara memperingatinya cukup berbeda-beda,” ungkap Ketua BaraJP BPLN HKG.

Doa bersama ini dihadiri pula beberapa komunitas maupun individu sahabat, seperti Pangestu Krido Budaya, BNI Speak Up PMI, Club Sports Astra Aerobik, dan sebagainya.
“Punggahan atau Megengan berasal dari kata megeng, yang bahasa Indonesianya menahan, dan terkandung maksud menahan diri dari sekarang untuk menyabut datangnya bulan puasa,” jelasnya.
Ia melanjutkan, punggahan sendiri berasal dari kata Munggah (bahasa Jawa) yang berarti naik. Maksudnya bahwa, masuknya bulan Ramadhan perlu disambut dengan iman yang harus lebih ditingkatkan lagi.
“Semoga kita semua yang sedang berada dirantau bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh khidmat dan penuh berkah, menjadi bulan yang mendidik diri untuk mencapai derajat yang paling mulia, yakni ketakwaan,” tuturnya.
Ia berharap tradisi ini dijadikan momentum untuk mempererat kesatuan dan persatuan antar sesama di rantau.
“Saling menyapa, dan saling bersilaturahmi harus tetap dijaga. Selain itu, tradisi ini juga mempererat kerukunan warga dalam bermasyarakat. Tradisi punggahan atau megengan juga digunakan oleh masyarakat sebagai sarana untuk mendoakan para orang tua yang telah meninggal dunia,” katanya.
Biasanya, menurut dia, masyarakat akan melantunkan doa-doa seperti tahlil dan bacaan Surah Yasin. (Laeli)




























Comments