0

BIREUEN, INDONEWS – Presiden Direktur PT. Rumah Indonesia Terang, Dr. Hj. Rizayati secara perdana meluncuran (launching) Program Indonesia Terang untuk seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Kegiatan diiringi tarian tradisional khas Kaili dan Reog Ponorogo. Suksesnya acara ini berkat kerja sama PT. Rumah Indonesia Terang asal Jakarta dengan menggandeng Subkon PT. Herisda Perdana Karya (HPK) di Kota Palu.

Launching berlangsung di Balai Eko Wandowo, jalan Kartini, Kota Palu, Sulawesi Tengah, awal Juli 2023.

Secara resmi peluncuran program Indonesia Terang dibuka Gubernur Sulteng diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Farid R. Yotolembah.

Turut hadir Presiden Direktur PT. Rumah Indonesia Terang, Rizayati dan Direktur PT. Herisda Perdana Karya (HPK), Heri Sugianto. Kegiatan tersebut diselenggarakan sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan kontrak naskah kerja sama dua perusahaan.

Mewakili Gubernur Sulteng, Farid R. Yotolembah mengatakan bahwa dukungan atas program Indonesia Terang sebagai bagian dari program nasional telah masuk di wilayah Sulawesi Tengah. Olehnya, program ini harus dijalankan sebaik-baiknya dan diawasi secara bersama-sama.

BACA JUGA :  Kuasa Hukum GM Perusahaan Ternama di Bireuen Bongkar Fakta Dibalik Kasus Video Porno

“Ini bantuan hibah dan gratis untuk kepentingan umum. Jadi masyarakat diharapkan untuk bisa selalu menjaga, mengawasi dan memelihara fasilitas penerangan ini agar tidak disalahgunakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” Imbuh Farid.

Tujuan utama dari Program Indonesia terang, selain pengadaan mereka juga melakukan pemasangan lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) atau Solar Sell sehingga dapat memberikan akses penerangan bagi masyarakat diseluruh Sulawesi Tengah terutama di jalanan umum atau fasilitas umum lainnya bahkan sampai ke pelosok pedesaan.

Sementara Presiden Direktur PT. Rumah Indonesia Terang, Dr. Hj. Rizayati mengatakan, program ini dilaksanakan agar seluruh masyarakat Indonesia di pedesaan dapat merasakan terangnya jalanan umum, karena sampai sekarang masih ada di pedesaan fasilitas umumnya gelap di malam hari menghambat segala aktifitas mereka.

“Oleh sebab itu kita launching program ini agar seluruh daerah di Indonesia, dan pada kesempatan bulan Juli 2023 kita launching di Kota Palu dan rencana kita sekitar 20 ribu unit pengadaan sekaligus pemasangan lampu penerangan tenaga surya atau Solar Sell akan di pasang untuk menerangi seluruh titik di wilayah Sulawesi Tengah secara gratis,” tutur Rizayati.

BACA JUGA :  Kapolres AKBP Teddy Rachesna Pimpin Sertijab 2 Kabag, 2 Kasat dan 3 Kapolsek di Jajaran Polres Lampung Utara

Rizayati menegaskan, mitra kerja harus mampu mematuhi standard operasional prosedur (SOP) dengan baik dan benar. Standard Operasional Prosedur, harus dilaksanakan secara konsisten, kapanpun, dimanapun, oleh seluruh jajaran perusahaan, termasuk juga mitra kerja PT Rumah Indonesia Terang.

“Soal SOP ini kami tegas. Mitra kerja yang tidak melaksanakan SOP yang ditetapkan, kami berhak memutus kontrak kerja. Apabila ada oknum mengatas namakan perusahaan, dengan meminta sejumlah uang dengan dalih untuk memperlancar proyek, jangan di percaya, karena program ini tidak di pungut biaya,” tegasnya.

Dikesempatan itu juga, Direktur PT. Herisda Perdana Karya, Heri Sugianto, selaku Subkon dari PT Rumah Indonesia Terang untuk wilayah Sulteng menyebutkan bahwa Program dengan slogan “Terang Pangan, Terang Sandang, dan Terang Papan” adalah sebuah program instalasi Penerangan Jalanan dan Fasilitas Umum lainnya.

“Ucapan terima kasih kepada ibu Dr. Hj .Rizayati selaku penggagas program Indonesia Terang yang telah memberikan kesempatan dalam lounching sebagai titik awal dalam rangka pendistribusian instalasi lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS),” ucapnya.

BACA JUGA :  HRD Diharapkan Peduli Terhadap Nasib Imum Mukim

Acara ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan Mushola Eko Wandowo. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.