BOGOR, INDONEWS | Beberapa wartawan mengaku sulit untuk dapat menemui pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.
Seperti baru-baru ini, saat wartawan ingin mengkonfirmasi terkait pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah sekolah. Sebab dari hasil peneyelusuran, ada indikasi bahwa dana PIP ini tidak merata kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.
“Dari sekian orang yang diajukan sekolah ke disdik, realitanya hanya sebagian yang disetujui. Sehingga hal ini tentu menimbulkan kecemburuan dan ketidakadilan di kalangan masyarakat. Nah, saat kami ingin minta penjelasan dari disdik, pejabatnya sulit ditemui dan terkesan menghindar,” ungkap salah satu wartawan, Rabu (20/2).
Untuk mengetahui informasi lebih jelas, wartawan beberapa kali ingin menanyakan kepada Kasie SD, Muklis di kantor Disdik Kabupaten Bogor, namun selalu gagal karena menurut petugas satpam, Muklis selalu tidak ada alias tidak masuk kerja.
Dikatakan bahwa sejak pertengahan tahun 2024 lalu, para pejabat di disdik ini sulit ditemui seolah mereka kurang menyadari tugasnya untuk melayani masyarakat.
“Sulitnya menemui mereka sudah terjadi sejak Kabupaten Bogor dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati. Selain itu, akibat terjadi kasus pemberian uang kepada oknum yang mengaku petugas KPK yang tertangkap tangan,” kata wartawan tersebut.
Akibat sulitnya tersebut, berbagai informasi yang dibutuhkan dari para pejabat akhirnya tidak pernah didapatkan. Mereka seolah sengaja bersembunyi karena takut ditanyakan berbagai hal, termasuk maraknya indikasi korupsi anggaran berjalan sebagaimana temuan BPK Jabar. ***





























Comments