0

BOGOR, INDONEWS – Aksi premanisme ternyata masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meski sudah dilaporkan ke Polsek Tanjungsari, Polres Bogor, oknum preman itu justru seperti tak perduli, dengan terus melakukan aksi yang meresahkan.

Situasi tidak nyaman seperti inilah yang sekarang ini dirasakan salah satu warga, Syarif Hidayat (51), sekaligus orang tua Taufik Cahyadi (28) warga Kampung Lembur Sawah, Desa Cibadak yang telah melaporkan oknum preman inisial DH (45) ke Polsek Tanjungsari.

Ia meminta dan mendesak pihak kepolisian, khususnya Polsek Tanjungsari cepat menangkap oknum preman tersebut.

“Saya meminta Polsek Tanjungsari cepat menangkap oknum preman yang sudah melakukan penganiayaan kepada anak saya,” ujarnya, Selasa (25/10/2022).

Uyat, sapaan akrabnya menambahkan, oknum preman ini juga sering meresahakan masyarakat khususnya Desa Cibadak, tapi tidak ada yang berani melaporkan perbuatannya.

“Oknum preman ini juga sering buat resah masyarakat lain. Orangannya tempramen, salah sedikit main pukul. Namun warga enggak ada yang berani melaporkan, takut diintimidasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kantor Bupati Bogor Digeruduk Massa Penolak TPST

Menurutnya, polisi harus bisa menegakan supremasi hukum, siapa pun itu jika salah harus dihukum dan diberikan pembinaan.

“Hukum tidak pandang bulu, siapapun itu, jika melakukan salah dan berbuat kriminal harus dihukum, jadi harus ditangkap dan diberikan pembinaan,” tegasnya.

Lebih lanjut Syarif mengatakan, oknum preman ini selalu membuat masalah, dan bukan hanya anaknya yang menjadi korban.

“Banyak warga yang jadi korban oleh ulah oknum tersebut. Jika tidak cepat ditangkap khawatir bikin ulah lagi yang lebih fatal,” ujarnya.

Dirinya berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran buat semua warga Desa Cibadak, bahwa aksi premanisme harus dilawan.

“Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran buat semua warga Cibadak, agar melawan aksi premanisme,” tandasnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor