BIREUEN, INDONEWS – Kondisi lampu jalan umum di Kabupaten Bireuen sangat memprihatinkan. Dimana hampir seluruh wilayah kecamatan maupun desa terlihat gelap, suasana sangat mencekam. Situasi ini membuat masyarakat enggan keluar rumah di waktu malam hari.
Minimnya lampu jalan umum di wilayah Kota Santri, Kabupaten Bireuen sudah terjadi bertahun-tahun, tetapi hingga Selasa (22/6/2022) pihak dinas terkait belum memperbaiki kondisi ini.
Ditaksir, uang pajak lampu jalan umum sudah berada di angka 6 persen dari setiap tunggakan rekening listrik yang dibayarkan masyarakat. Akan tetapi uang tersebut tidak tahu rimbanya kemana sehinga lampu jalan umum di Kabupaten Bireuen dibiarkan padam. Hal ini sangat disesalkan salah seorang masyarakat diKecamatan Kota Juang, Idah (46).
Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRK Fraksi PKS, Yusriadi SH saat ditemui Media-Indonews beberapa hari lalu mengaku akan segera kroscek terkait masalah ini ke pihak BPKD Bireuen.
Setahu dirinya anggota DPRK Bireuen memiliki anggaran setiap bulannya sebesar Rp. 1 miliar lebih. Yusriadi pun akan menjumpai pihak BPKD dulu untuk memastikan apakah anggaran itu ada atau tidak.
Anggota DPRK Bireuen Fraksi PKS ini Yuariadi SH sangat mengharapkan permasalahan padamnya lampu jalan umum di sejumlah wilayah Kota Santri Bireuen bisa segera dievaluasi.
“Harus diselesaikan agar persoalan ini tidak menjadi persoalan besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas. Sebab lampu jalan merupakan salah satu kebutuhan pokok,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Pengeloaan Keuangan Daerah (BPKD) sendiri belum bisa dikonfirmasi karenakan masih sibuk, hingga berita ini ditayangkan. (Hendra)




























Comments