BOGOR, INDONEWS | Salah satu tim pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati nomor urut 02 Bayu-Musa, yakni Ali Taufan Vinaya memberikan peringatan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor.
Ali menganggap KPUD tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara dari perhelatan Pilkada yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.
Ali menyebut bahwa KPUD Bogor tidak memiliki kemampuan yang cukup dalam menyelenggarakan pilkada. Hal ini terlihat dari molornya jadwal debat yang seharusnya sudah dilaksanakan pada Jumat 18 Oktober kemarin.
Dalam sebuah pernyataannya di salah satu media online, kata Ali, Ketua KPUD Kabupaten Bogor Muhamad Adi Kurnia mengatakan bahwa salah satu alasan pengunduran waktu debat dikarenakan adanya teguran dari Bawaslu terkait tempat kegiatan, mengingat awalnya debat akan dilaksanakan di Auditorium Sekda Kabupaten Bogor.
“Harusnya KPUD bisa melihat dan belajar serta membaca lagi bahwa kegiatan kampanye tidak boleh dilaksanakan di tempat-tempat milik pemerintah,” ujar Ali.
Menurutnya, anggaran sebesar Rp170 miliar untuk kegiatan pilkada sudah disiapkan, lalu kenapa KPUD harus mencari tempat gratis seperti fasilitas pemerintahan.
Selain itu, aktivis yang akrab disapa ATV ini juga mengatakan, setelah adanya pemberitaan di media online berjudul “Debat Cabup dan Cawabup ke 1 Diundur KPU Kabupaten Bogor Disebut Tak Profesional”, lalu pada Minggu tanggal 19 Oktober, KPU Kabupaten Bogor mengeluarkan surat dengan Nomor 914/PL.02.4-UND/3201/2024 dengan agenda rapat koordinasi terkait kampanye dan persiapan debat antar pasangan calon pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor tahun 2024.
“Dari hal tersebut, jelas bahwa KPUD Kabupaten Bogor gamang dan tidak memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan Pemilukada ini,” tandasnya.
Sementara itu, Lulu Azhari Lucky atau Ki Jalu menduga adanya indikasi KPUD berpihak kepada salah satu pasangan calon.
“Pengunduran waktu debat itu mencerminkan bukan hanya ketidaksiapan dan ketidak disiplinan KPUD, tapi saya melihat adanya keberpihakan dari penyelenggara pemilu,” ujar Ki Jalu.
Ia menjelaskan, debat antar pasangan calon itu akan dilihat oleh sebagian besar masyarakat Kabupaten Bogor. Dengan Acara tersebut, akan terlihat mana yang siap dengan semua progam kerakyatan dan mana yang tidak.
“Dengan debat, masyarakat juga bisa menilai dan memilih calon pemimpin yang mana yang pantas untuk 5 tahun ke depan. Hal ini akan berpengaruh besar kepada elektabilitas pasangan maupun gate voters,” tegas salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor dari PPP ini. ***





























Comments