0

IPARI Bireuen Diminta Jadi Motor Transformasi Sosial

BIREUEN, INDONEWS | Kementerian Agama Kabupaten Bireuen resmi menetapkan Gampong Cot Laga Sawa, Kecamatan Kuala, sebagai lokasi pelaksanaan Gampong Penyuluhan IPARI Terpadu (GAPIT) tahun 2025.

Program unggulan ini dibuka secara simbolis oleh Kepala Kantor Kemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, M.Pd, yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Iskandar, S.HI.

Dalam arahannya, Iskandar menegaskan bahwa GAPIT merupakan salah satu program strategis Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Bireuen dalam mendorong transformasi peran penyuluh agama di tengah masyarakat.

“Kami berharap IPARI Bireuen terus menjadi ujung tombak dalam membangun kesadaran keagamaan dan sosial, serta mampu menjawab persoalan-persoalan aktual yang dihadapi umat,” ujar Iskandar saat membuka kegiatan, Kamis (10/7/2025).

Ia juga menekankan bahwa tantangan penyuluh agama kini semakin kompleks. Selain tugas dakwah dan bimbingan rohani, penyuluh juga harus aktif dalam isu-isu strategis seperti pencegahan stunting, imunisasi, kehalalan produk, keluarga sakinah, wakaf produktif, hingga moderasi beragama.

Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Bireuen, H. Rifal Fauzan, S.H, menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi IPARI dalam menyelenggarakan GAPIT.

BACA JUGA :  Divpam PT. Timah Tertibkan Tambang Ilegal di IUP PT TIMAH Teluk Kelabat Dalam

“Penyuluh agama adalah motor perubahan. Peran mereka harus terasa nyata dalam kehidupan masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga tatanan sosial yang lebih luas,” tegasnya.

Ketua IPARI Bireuen, Drs. Muzakir, menjelaskan bahwa GAPIT tahun 2025 merupakan pelaksanaan kelima yang digelar di kabupaten tersebut. Selain menyasar aspek penyuluhan, IPARI juga menggagas program santunan anak yatim dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Kami terus mendorong penyuluh agar tidak hanya menjadi pembina spiritual, tetapi juga agen pemberdayaan yang mampu menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” jelas Muzakir.

Dukungan terhadap pelaksanaan GAPIT juga datang dari Pemerintah Kecamatan Kuala. Sekretaris Camat yang hadir mewakili camat menyatakan harapannya agar program ini dapat menjangkau seluruh gampong di wilayah tersebut, terutama dalam pembinaan generasi muda yang sangat membutuhkan sentuhan moral dan spiritual.

Hal senada disampaikan Keuchik Cot Laga Sawa, Agus Salim. Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai tuan rumah GAPIT 2025.

“Kami merasa terhormat dan siap mendukung penuh kegiatan ini. Semoga ilmu yang dibawa para penyuluh dapat menginspirasi dan memberikan manfaat besar bagi warga kami,” ujarnya.

BACA JUGA :  Patroli Polresta Manado Temukan 2 Unit Motor Tanpa TNKB, Diserahkan ke Pos Tilang

Adapun tujuan utama GAPIT antara lain:

Meningkatkan profesionalisme penyuluh agama melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, Memperluas kontribusi sosial penyuluh pada isu-isu penting di masyarakat, Membangun masyarakat religius yang moderat dan inklusif, Meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

Ketua IPARI turut mengajak seluruh pemangku kebijakan dan elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mendukung GAPIT agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan di seluruh kecamatan di Kabupaten Bireuen. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.