0

BANDUNG, INDONEWS – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) terus memperkuat peran aktifnya.

Setelah sebelumnya mengembangkan komoditas jagung, kini Biro SDM Polda Jabar menjadikan budidaya uwi ungu (dioscorea alata) sebagai salah satu program unggulan yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.

Program tersebut diwujudkan melalui pelatihan budidaya uwi ungu yang diikuti oleh para Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus). Kegiatan ini digelar di Gedung Biro SDM Polda Jabar, Jumat (30/1/2026), dengan menghadirkan narasumber dari Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas alternatif yang bernilai jual tinggi.

Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta personel Polri yang terlibat dalam pembinaan sektor pertanian.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Rafly Samad mengatakan, Polri memiliki tanggung jawab moral untuk turut ambil bagian dalam mengembangkan pangan lokal.

BACA JUGA :  Malam Puncak HUT RI Ke 78, Warga Kirana Cikarang Rayakan Penuh Meriah

Menurutnya, diversifikasi pangan menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap komoditas utama seperti beras dan terigu.

“Kami ingin Polri menjadi pelopor dalam mengangkat kembali pangan lokal. Uwi ungu bukan sekadar umbi-umbian biasa, tetapi pangan fungsional yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, serta antosianin yang berperan sebagai antioksidan,” ujar Rafly Samad usai pelatihan kepada wartawan di Mapolda Jabar.

Masih dikatakannya, penguasaan keterampilan budidaya oleh personel Polri diharapkan dapat ditularkan kepada kelompok tani binaan di wilayah masing-masing.

Dengan demikian, program ini tidak hanya berhenti pada tataran pelatihan, tetapi mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri Kabagbinkar Biro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko, Ketua Umum PCTA Indonesia I Dewa Nyoman S Hartana, serta Ketua DPD PCTA Indonesia Provinsi Jawa Barat Benny J Silaban.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan keseriusan kolaborasi antara Polri dan elemen masyarakat dalam membangun kemandirian pangan berbasis komoditas lokal.

Dalam sesi pemaparan, Benny J Silaban menjelaskan secara rinci teknik pembibitan uwi ungu yang efektif dan mudah diterapkan. Ia menekankan bahwa keberhasilan budidaya sangat ditentukan sejak tahap awal pemilihan bibit.

BACA JUGA :  Kegiatan K3 di Pondok Gede Diharapkan Berkelanjutan

“Umbi yang dipilih harus sehat dan bebas penyakit. Potongan umbi minimal memiliki satu mata tunas. Setelah dipotong, umbi perlu diangin-anginkan beberapa hari untuk menurunkan kadar air agar tidak mudah membusuk saat disemai,” jelas Benny.

Ia menambahkan, metode penyemaian dilakukan menggunakan styrofoam box dengan media sekam bakar yang telah diuap. Teknik ini dinilai praktis, namun tetap berbasis pendekatan ilmiah, sehingga mudah direplikasi oleh anggota Polri maupun petani binaan.

Selain aspek teknis budidaya, pelatihan juga membahas manfaat ekonomi dan sosial dari pengembangan uwi ungu. Komoditas ini dinilai berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani, menyediakan bahan pangan bergizi, serta mendukung ketahanan pangan jangka panjang.

Sebagai tindak lanjut, Biro SDM Polda Jabar telah menyiapkan lahan seluas dua hektare di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, untuk dijadikan lokasi penanaman uwi ungu. Lahan tersebut direncanakan menjadi proyek percontohan yang dapat direplikasi di daerah lain.

Rafly Samad menegaskan pentingnya keseriusan seluruh pihak dalam mengawal program tersebut. Ia berharap proyek di Cikalong Wetan dapat berjalan optimal dan memberikan hasil nyata.

BACA JUGA :  Diskusi Publik PIC, Bawaslu RI: Politik Identitas Memperkeruh Demokrasi

“Saya menekankan agar seluruh peserta dan pembina benar-benar mengawal penanaman di lahan dua hektare ini. Ini adalah bakti kita untuk negeri dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (yd)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Ragam