0

Bertahun Dibangun, Fasilitas Dasar Tak Ada, Pemerintah Bireuen Diminta Segera Bertindak

BIREUEN, INDONEWSPasar merupakan jantung kehidupan ekonomi masyarakat. Di sanalah denyut nadi perdagangan berputar, harapan para pedagang digantungkan, dan roda kesejahteraan rakyat kecil digerakkan setiap hari.

Namun, makna luhur sebuah pasar sebagai ruang pertemuan ekonomi dan sosial kini terasa jauh dari kenyataan di Pasar Kering Blok M, Desa Meunasah Capa, Kabupaten Bireuen.

Bertahun-tahun setelah dibangun, Pasar Kering Blok M hingga kini masih berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Fasilitas dasar yang seharusnya menjadi kebutuhan utama sebuah pusat perdagangan justru belum tersedia.

Hingga saat ini, pasar tersebut belum memiliki sarana BMCK (Mandi, Buang Air, Cuci, dan Kakus) yang layak, serta belum tersedianya jaringan air bersih dari PDAM yang menjadi kebutuhan vital bagi para pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di lokasi tersebut.

Ketiadaan fasilitas dasar ini membuat perkembangan Pasar Kering Blok M berjalan sangat lambat. Para pedagang terpaksa bertahan dengan berbagai keterbatasan, sementara kondisi lingkungan pasar juga semakin memprihatinkan.

Setiap hari debu beterbangan akibat kondisi area yang belum tertata dengan baik. Debu tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi ancaman kesehatan bagi para pedagang yang harus menghirupnya sepanjang hari. Risiko penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) pun semakin besar menghantui mereka.

BACA JUGA :  HRD Tegaskan Komitmen Bangun Bireuen, Pembangunan Milik Rakyat, Bukan Kelompok

Ani, salah seorang pemilik usaha di Pasar Kering Blok M, Sabtu (7/3/2026), menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah, khususnya kepada Bupati Bireuen yang baru, H. Mukhlis, S.T., agar segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi pasar tersebut.

Menurut Ani, apabila fasilitas dasar pasar dapat dipenuhi dengan baik, maka Pasar Kering Blok M memiliki potensi besar untuk berkembang.

Ia menyebutkan bahwa terdapat 106 unit toko di lokasi tersebut yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bireuen, apabila pasar benar-benar dikelola dan dikembangkan secara serius.

“Seharusnya di masa kepemimpinan Bupati Bireuen yang baru ini, kondisi Pasar Kering Blok M sudah mulai diperhatikan. Jika fasilitas dasar tersedia dan pasar berkembang, tentu PAD Kabupaten Bireuen bisa meningkat dari sektor ini,” ujar Ani.

Ia juga menambahkan bahwa dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, masyarakat tidak akan enggan datang berbelanja ke pasar.

Lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli.

BACA JUGA :  Puluhan Anak Yatim Mendapat Santunan Dari Istri Sekda Bireuen

“Kalau fasilitasnya lengkap, orang tidak akan ragu datang ke pasar. Lingkungan yang sehat akan membuat pasar ini hidup,” tambahnya.

Lebih jauh, Ani menegaskan bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi setiap aktivitas manusia, termasuk di pasar. Air tidak hanya digunakan untuk kebutuhan kebersihan, tetapi juga untuk keperluan ibadah, seperti mengambil air wudu sebelum melaksanakan sholat.

Menurutnya, keberadaan air bersih juga menjadi simbol keberkahan dalam aktivitas ekonomi.

“Air adalah sumber kehidupan. Bahkan untuk berwudu saja kami kesulitan. Kalau kebutuhan dasar seperti ini terpenuhi, insyaAllah keberkahan rezeki juga akan datang di pasar ini,” tuturnya.

Saat ini, kata Ani, pihak Disperindagkop hanya mengarahkan para pedagang untuk menggunakan fasilitas di meunasah sekitar jika membutuhkan air.

Namun menurutnya, solusi tersebut tidak masuk akal untuk jangka panjang. Pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi seharusnya memiliki fasilitas sendiri, bukan bergantung pada fasilitas tempat ibadah milik masyarakat sekitar.

“Masak kebutuhan pasar harus bergantung pada meunasah? Bagaimana kalau sewaktu-waktu tidak bisa digunakan atau ditutup? Tentu ini bukan solusi yang tepat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Perwakilan Wapres Gibran Salurkan Paket Berbuka di Masjid Meranti Bersama Permas Nusantara

Kondisi ini menjadi cerminan bahwa pembangunan fisik tanpa disertai pemenuhan fasilitas dasar hanya akan menghasilkan infrastruktur yang setengah hidup.

Sebuah pasar bukan sekadar bangunan toko berderet, melainkan ruang kehidupan yang membutuhkan air, kebersihan, kenyamanan, dan pengelolaan yang baik.

Pasar adalah simbol peradaban ekonomi rakyat. Ia bukan hanya tempat transaksi, tetapi tempat bertemunya harapan dan kerja keras masyarakat kecil. Ketika pasar diperhatikan, maka ekonomi rakyat akan tumbuh.

Namun ketika pasar dibiarkan terbengkalai, maka yang terabaikan bukan hanya bangunannya, tetapi juga masa depan para pedagang yang menggantungkan hidupnya di sana.

Masyarakat dan para pedagang Pasar Kering Blok M kini berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan, menghadirkan solusi nyata, serta memastikan pasar tersebut benar-benar dapat berfungsi sebagaimana mestinya: sebagai pusat ekonomi rakyat yang hidup, sehat, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Bireuen. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.