0

Harapan Guru Akan Kepastian Menjelang Ramadan dan Idul Fitri

BIREUEN, INDONEWSTerkait belum cairnya dana Tunjangan Profesi Guru (TPG), Ketua PGRI Kabupaten Bireuen mengambil langkah proaktif dengan menemui langsung Bupati Bireuen, H. Mukhlis, guna meminta penjelasan serta kepastian waktu pencairan dana tersebut.

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam memperjuangkan hak-hak guru, terlebih kebutuhan ekonomi para pendidik saat ini semakin mendesak, apalagi menjelang Bulan Suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri yang tinggal menghitung waktu.

Ketua PGRI Kabupaten Bireuen, Zia Ulhaq, saat dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa dirinya bersama pengurus telah bertemu langsung dengan Bupati pada malam sebelumnya.

“Sudah kami datang dan menjumpai beliau tadi malam. Disampaikan oleh Bapak Bupati bahwa setelah beliau menghubungi Pj Keuangan Daerah, dana TPG direncanakan akan cair sebelum Hari Raya Idul Fitri tahun 2025 dan 2026,” ujar Zia Ulhaq.

Pernyataan tersebut tentu menjadi angin segar bagi para guru di Kabupaten Bireuen yang selama ini menantikan kepastian. Sebab, TPG bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan bentuk penghargaan negara terhadap dedikasi dan profesionalisme guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.

BACA JUGA :  Dandim Bekasi Beri Pemahaman Pancasila Bagi Pelajar SMA

Ketua PGRI Bireuen yang baru terpilih itu berharap agar komitmen yang telah disampaikan dapat direalisasikan tepat waktu. Ia menegaskan bahwa para guru sangat membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji.

“Guru adalah pilar peradaban. Ketika kesejahteraannya terjamin, maka mutu pendidikan pun akan berdiri kokoh,” tegasnya.

Momentum menjelang Ramadan dan Idul Fitri menjadi perhatian khusus, karena kebutuhan rumah tangga meningkat signifikan.

Oleh sebab itu, pencairan TPG sebelum hari raya menjadi harapan besar seluruh guru agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan merayakan hari kemenangan bersama keluarga tanpa beban kegelisahan.

Dalam situasi seperti ini, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi menjadi sangat penting. Kebersamaan dan komitmen yang kuat diyakini mampu menghadirkan solusi yang berpihak kepada para pendidik.

Sebagaimana kata bijak mengatakan, “Keadilan yang ditunda adalah kegelisahan yang diperpanjang.” Maka sudah sepatutnya hak para guru dipenuhi tepat waktu, karena di tangan merekalah masa depan generasi bangsa dititipkan.

Semoga harapan ini segera menjadi kenyataan, dan pencairan TPG benar-benar terealisasi sesuai janji, demi menjaga semangat pengabdian para guru yang tanpa lelah mendidik dengan hati dan ketulusan. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan