0

BOGOR, INDONEWS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menginstruksikan semua apotek agar tidak menjual obat bebas, ataupun obat bebas terbatas dalam bentuk cair untuk sementara waktu.

Instruksi ini menyusul merebaknya kasus gangguan ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut progresif atipikal yang menyerang anak-anak, umumnya balita.

Instruksi itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

Menindaklanjuti Surat Edaran Kementrian Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor sigap dan cepat mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/7913/SDK tertanggal 19 Oktober 2022 prihal Edaran Kewaspadaan Acute Kidney Injuri (AKI).

Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Klapanunggal, Dr. Siti Masitoh, MARS menyampaikan imbauan pada masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada dalam memilih obat.

“Menanggapi hal ini, intinya masyarakat harus waspada dan menjadi konsumen yang cerdas,” ujarnya, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/10/2022).

Dokter Titi, sapaan akrabnya, juga menegaskan masyarakat harus selalu memperhatikan beberapa hal.

BACA JUGA :  Soal Pembebasan Lahan SMP 4 Citeureup, Pemilik Lahan Mengaku Hanya Terima Rp900 Ribu

“Hal yang harus diperhatikan adalah membeli obat dan memperoleh obat hanya di sarana, resmi yaitu apotik, klinik, puskesmas atau RS terdekat. Kemudian menerapkan CEK KLIK (Cek kemasan dalam kondisi baik, cek label, izin edar, dan kadaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan obat),” jelasnya.

Senada, Kepala Puskesmas Karanggan dr. Deni Prananto memberikan imbauan untuk masyarakat, terkait dengan adanya pemberitaan di media, banyak anak yang meninggal karena penyakit gagal ginjal akut, yang masih dilakukan penyelidikan oleh Kemenkes dan BPPOM.

“Masyarakat haru tetap melakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat, minimal selalu cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan atau bermain, dan memakai masker jika keluar rumah,” imbaunya.

Ia juga menyarankan untuk menghindari minum minuman yang bersoda, berwarna yang tidak diketahui kandungan zat di dalamnya, sebab bisa memperberat fungsi ginjal.

“Minumlah air putih secukupnya. Jika sakit demam, batuk atau pilek, hindari sementara minum obat yang berbentuk syrup sampai ada informasi lagi dari BPPOM. Obat lain berbentuk tablet atau serbuk disesuaikan dengan dosis atau arahan dari dokter,” katanya.

BACA JUGA :  Wamendag Optimis Sektor Dagang Indonesia Tetap Unggul di Era Trump

“Jalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya, jangan terlalu berpikir tentang pemberitaan yang sedang viral saat ini, tetapi tetap jaga kebersihan dan kesehatan keluarga anda,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, drg. Mike Kaltarina MARS saat dikonfirmasi tentang hal ini, ia tidak menjawab. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor