Warga Minta Bantuan Nyata dari Pemerintah
BIREUEN, INDONEWS | Dua dekade telah berlalu sejak tsunami dahsyat melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Namun hingga kini masih banyak korban di Kabupaten Bireuen yang merasa kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi dan perbaikan tempat tinggal.
Zayadi (55), seorang warga Desa Kuala, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, mengungkapkan bahwa selama 20 tahun terakhir, perhatian pemerintah terhadap mereka sangat minim, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Menurutnya, kehidupan para korban tsunami di daerahnya masih jauh dari sejahtera, bahkan banyak yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.
“Sejak tsunami terjadi, sangat jarang ada bantuan dari pemerintah untuk kami, khususnya dalam hal pemberdayaan ekonomi. Kondisi kami saat ini semakin sulit, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ungkap Zayadi, kepada IndoNews, Kamis (30/1/2025) malam.
Sebagai masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut, Zayadi berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen, melalui dinas terkait, dapat menyalurkan bantuan peralatan tangkap seperti jaring ikan dan alat lainnya.
Menurutnya, bantuan semacam ini akan lebih bermanfaat dibandingkan sekadar bantuan konsumtif, karena dapat menjadi modal usaha bagi mereka untuk mencari nafkah sendiri.
“Kalau ada bantuan alat tangkap seperti jaring atau bentuk bantuan lainnya, kami bisa mencari nafkah sendiri dan tidak terus-menerus berharap uluran tangan,” tambahnya.
Selain masalah ekonomi, kondisi tempat tinggal para korban tsunami juga menjadi perhatian. Zayadi menyoroti masih banyaknya rumah warga yang tidak layak WC.
Ia meminta pemerintah untuk turun langsung mendata rumah-rumah warga yang kondisinya tidak layak WC, agar bisa mendapatkan bantuan perbaikan.
“Masih banyak rumah korban tsunami yang tidak layak WC tapi mereka belum mendapatkan bantuan perbaikan. Kami harap pemerintah bisa mendata ulang dan memberikan solusi bagi kami,” tutupnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen lebih serius dalam memperhatikan nasib para korban tsunami yang hingga kini masih berjuang untuk bertahan hidup.
Bantuan yang tepat sasaran, terutama dalam bentuk pemberdayaan ekonomi dan perbaikan rumah, akan sangat berarti bagi mereka yang selama ini merasa terabaikan.
Kini, semua mata tertuju pada pemerintah daerah. Akankah ada langkah nyata untuk memperbaiki kondisi para korban tsunami yang telah bertahan selama 20 tahun dalam ketidakpastian? (Hendra)





























Comments