0

Bertahun-tahun Terabaikan

BIREUEN, INDONEWSWarga dan para pedagang di Pasar Kering Blok M Bireuen mengaku sudah bertahun-tahun menanti perhatian serius dari pemerintah terkait pembangunan fasilitas dasar, seperti BMCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan ketersediaan air bersih.

Hingga kini, harapan tersebut belum juga terealisasi, sementara mereka setiap hari harus bertahan dalam kondisi lingkungan yang berdebu dan minim sarana pendukung.

Debu yang beterbangan di area pasar bukan sekadar persoalan kenyamanan, tetapi telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan. Risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menghantui para pedagang dan pengunjung. Dalam kondisi tertentu, sebagian pedagang terpaksa menutup kios lebih awal demi menjaga kesehatan mereka.

Padahal, Pasar Kering Blok M merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki potensi besar sebagai penggerak roda perekonomian daerah.

Keberadaan pasar ini tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian bagi warga, tetapi juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bireuen.

Para pedagang menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan, bukan tidak mungkin aktivitas pasar akan semakin menurun. Apabila pasar terpaksa ditutup, maka anggaran negara yang telah digelontorkan untuk pembangunan pasar tersebut akan menjadi sia-sia.

BACA JUGA :  Kapolres Lampung Utara “Hidupkan” Kembali Pokdar Kamtibmas

Lebih jauh lagi, potensi PAD yang selama ini diharapkan dari aktivitas perdagangan dapat terancam hilang.

“Kami hanya ingin fasilitas dasar yang layak. Air bersih dan BMCK itu kebutuhan utama, bukan kemewahan,” ungkap salah seorang pedagang.

Warga berharap di bawah kepemimpinan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., pemerintah daerah dapat segera turun langsung meninjau kondisi Pasar Kering Blok M serta merespons keluhan para pedagang.

Mereka menginginkan langkah konkret agar pasar tersebut benar-benar difungsikan secara optimal dan tidak menjadi bangunan terbengkalai yang kehilangan nilai manfaatnya.

Kekhawatiran lain yang muncul di tengah masyarakat adalah potensi penyalahgunaan bangunan jika dibiarkan kosong dan tak terurus. Pasar yang seharusnya menjadi pusat ekonomi rakyat jangan sampai berubah menjadi bangunan tua tanpa aktivitas produktif, apalagi disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan moral dan ketertiban umum.

Pasar bukan sekadar deretan kios dan bangunan beton. Pasar adalah denyut nadi ekonomi rakyat, tempat harapan digantungkan, tempat keluarga menggantungkan nafkah. Jika fasilitas dasar saja belum terpenuhi, maka bagaimana roda ekonomi dapat berputar dengan sendirinya.

BACA JUGA :  PT. Bank Aceh Syariah Bireuen Menggelar Pasar Murah

“Di mana ada perhatian dan kepedulian, di situ tumbuh harapan dan kesejahteraan.” Pembangunan tidak selalu tentang proyek besar, tetapi tentang keberpihakan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Bireuen belum dapat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut.

Masyarakat berharap, suara kecil dari sudut Pasar Kering Blok M ini dapat didengar dan ditindaklanjuti demi masa depan ekonomi yang lebih sehat, tertata, dan bermartabat. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.