BOGOR, INDONEWS | Kabar tentang seluruh kepala desa (kades) se Kabupaten Bogor direncanakan melakukan bimbingan teknis (bimtek) ke Bali sempat membuat heboh di kalangan kades.
Berdasarkan keterangan yang didapat dari sejumlah kepala desa, pemberangkatan bimtek tersebut direncanakan pada pertengahan bulan Agustus 2024 ini.
“Sebenarnya mayortitas dari kami bukan merupakan kades baru, tapi sudah lama menjabat. Kalau pun ada kades baru, apa harus bimtek ke propinsi lain,” ungkap salah satu kepala desa yang meminta tidak disebutkan namanya, Sabtu (3/8).
Menurutnya, bimtek lebih baik dilakukan di lingkungan Kabupaten Bogor dengan narasumber yang kompeten.
“Memang banyak juga yang ingin berangkat ke Bali. Tapi banyak pula yang tidak setuju akan rencana itu. Kalau saya berpikir bimtek ini bukan hal yang mendesak dan bisa dilakukan lebih efisien tanpa anggaran yang lebih besar,” katanya.
Menurutnya, saat ini masih banyak persoalan masyarakat yang harus menjadi fokus perhatikan para kades, khususnya pasca wabah COVID-19 yang menimbulkan kesulitan hidup di masyarakat bawah.
“Saya pribadi juga enggak mau masyarakat menilai bimtek ke Bali hanya untuk foya-foya atau pelesiran para kades. Sementara masyarakat dibawah masih kesulitan. Jadi kalau saya pribadi lebih setuju, jika pun harus bimtek, kita lakukan di sini (Kabupaten Bogor, red,” paparnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh pemerhati dan aktivis sosial, Ali Taufan Vinaya (ATV) juga mengaku tidak setuju jika bimtek dilakukan di Pulau Dewata Bali.
ATV yang merupakan aktivis Forum Relawan Demokrasi bahkan mengecam upaya plesiran tersebut.
Senada dengan ATV, pemerhati sosial lainnya, Johnner Simanjuntak juga tidak setuju dengan wacana tersebut.
“Kalau sampai bimtek ke Bali, itu hanya mempertontonkan gaya hidup elite bahkan terkesan hedonis yang tidak memikirkan secara serius nasib banyak warga yang masih hidup miskin. Saya berharap rencana tersebut dibatalkan daripada hanya menimbulkan protes dan melukai hati masyarakat,” ujar Johnner, Minggu (4/8).
Ia pun berharap kepala desa yang setuju dengan wacana ke Bali mengkaji ulang, apakah bimtek tersebut berdampak efektif atau tidak.
“Kalau mau belajar teknik, study banding terkait bagaimana teknik membangun desa serta cara penggunaan anggaran dana desa atau Samisade, maka bimtek ke Bali itu tidak perlu. Banyak di Kabupaten Bogor yang masih bisa menjawab semua tantangan itu,” katanya. (Nur)





























Comments