0

BIREUEN, INDONEWS — Pemerintah Kabupaten Bireuen dibawah kepemimpinan Mukhlis terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pasar rakyat yang tertib, nyaman, bersih, dan berdaya saing.

Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Bireuen, kegiatan penertiban Pasar Rakyat Cureh dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, sebagai langkah nyata dalam menjaga ketertiban umum serta mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang tertata dan representatif.

Penertiban tersebut turut dihadiri Plt. Kasatpol PP Kabupaten Bireuen, Musni Syahputra, yang untuk pertama kalinya memimpin langsung kegiatan penertiban pasar.

Ia didampingi Kabid Penataan Pasar Fakhruddin, S.E., Kepala Pasar Rakyat Cureh Cekli, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantib) Zulkarnaini, Kasi Operasi dan Pengendalian WH Anwar Zulham, personel Provos Satpol PP, anggota Satpol PP, serta Babinsa Kota Juang Bireuen.

Penertiban berlangsung selama kurang lebih tiga jam, dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Fokus kegiatan diarahkan kepada para pedagang yang masih berjualan di badan jalan dan area luar pasar, seperti pedagang ikan, sayuran, serta pedagang kelontong yang memanfaatkan pelataran jalan sehingga menimbulkan kesemrawutan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

BACA JUGA :  Polres Bogor Ungkap Kasus Narkotika, 36 Pelaku dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Kabid Penataan Pasar, Fakhruddin, S.E., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu dan akhirnya dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan kondusif.

“Penertiban ini lebih mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan pembinaan kepada para pedagang. Tim juga memberikan surat pernyataan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan pasar,” ujarnya.

Suasana penertiban berlangsung tertib, humanis, dan penuh kekeluargaan. Tidak terlihat adanya penolakan maupun ketegangan dari para pedagang. Sebaliknya, para pedagang menerima arahan dan imbauan dari tim penertiban dengan sikap terbuka dan penuh kesadaran.

Kondisi tersebut menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga ketertiban pasar. Pasar bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, melainkan ruang publik yang harus dijaga kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan keteraturannya demi kepentingan bersama.

Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap, melalui kegiatan ini, kondisi Pasar Rakyat Cureh semakin tertata, bersih, aman, indah, dan bebas dari kemacetan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan lancar.

Selain itu, Disperindagkop UKM Bireuen juga mengajak seluruh pedagang yang masih berjualan di luar area pasar agar bersedia menempati lokasi yang telah disediakan di dalam pasar.

BACA JUGA :  Jasad Pria Dalam Karung Ditemukan Warga Sukawangi

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan keteraturan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Ketertiban adalah cerminan kemajuan suatu daerah. Pasar yang tertata bukan hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan budaya disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam membangun daerah,” tambah Fakhruddin.

Semangat gotong royong antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga wajah pasar rakyat sebagai pusat ekonomi tradisional yang tetap hidup, humanis, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.

Sebab sejatinya, membangun daerah tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban, menghormati aturan, dan saling mendukung demi terciptanya kebaikan bersama. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa