Hadirkan Mahasiswa Asing dari 16 Negara
SUMEDANG, INDONEWS — Universitas Padjadjaran (UNPAD) kembali melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (10/10/2025).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan KKN kali ini menghadirkan mahasiswa asing dari enam belas negara.
Kehadiran para mahasiswa disambut meriah oleh warga dengan pertunjukan seni tradisional Sisingaan.
Acara pembukaan juga dihadiri oleh Sekretaris Camat Jatinangor Endang Rohmayudi serta Danramil 1005/Jatinangor Kapten Inf. Nanang Kosasih.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNPAD, Dr. Kasno Pamungkas, S.S., Hum., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perluasan pengabdian masyarakat UNPAD ke tingkat internasional.
“KKN ini kami integrasikan dengan program internasional yang melibatkan lima perguruan tinggi di Indonesia serta mahasiswa asing dari 16 negara,” ujar Kasno saat ditemui di Jatiroke, Jumat (10/10/2025).
Ke 16 negara yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut antara lain Jerman, Kazakhstan, Tanzania, China, Jepang, Korea serta negara lain dari kawasan Asia dan Eropa.
Menurut Kasno, kolaborasi ini menjadi bentuk soft diplomacy untuk memperkenalkan Desa Jatiroke di kancah global.
“Kami berharap mahasiswa asing dapat mengenalkan Jatiroke secara internasional melalui diplomasi budaya. Dengan begitu, potensi pariwisata dan budaya desa ini bisa semakin dikenal dunia,” tuturnya.
Kasno menambahkan, kegiatan KKN ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memadukan unsur edukasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ia menilai potensi Desa Jatiroke sangat besar, terutama dalam sektor pariwisata berbasis alam dan pertanian.
“Desa Jatiroke punya kekuatan di bidang kesenian dan pertanian. Salah satunya kopi lokal yang sudah mulai dikenal dengan merek Kopi Gunung Geulis. Ini bisa jadi daya tarik wisata baru,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pengabdian berkelanjutan, PPM FIB UNPAD juga tengah mengembangkan kawasan wisata Teras Gunung Geulis sebagai destinasi unggulan desa wisata Jatiroke.
Program ini telah berjalan selama tiga tahun dan diharapkan dapat terus berlanjut bersama pengembangan produk lokal seperti Kopi Gugel (Gunung Geulis).
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini. Potensi wisata Jatiroke luar biasa, dan kami ingin desa ini tumbuh menjadi desa wisata mandiri,” kata Kasno.
Sementara itu, Kepala Desa Jatiroke Ulan Ruslan mengapresiasi langkah UNPAD yang terus berkontribusi dalam pembangunan desa. Ia menilai kehadiran mahasiswa UNPAD memberikan dampak nyata bagi warganya.
“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran UNPAD. Banyak ilmu dan pengalaman yang kami dapat, terutama dalam mengelola potensi wisata dan seni budaya. Dengan KKN internasional ini, kami optimistis Jatiroke bisa mendunia,” ungkapnya.
Kegiatan KKN Internasional PPM UNPAD ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan dengan berbagai program pelatihan, pemberdayaan, serta kolaborasi lintas budaya antara mahasiswa lokal dan asing di Desa Jatiroke. ***





























Comments