0

BOGOR, INDONEWS Sorotan publik terhadap kualitas buruk proyek rekonstruksi Jalan Bohlam-Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terus menguat.

Sejumlah temuan lapangan seperti beton yang cepat retak, lantai dasar yang tidak tertutup beton, pemasangan box culvert yang miring, sambungan memiliki celah, kebocoran, hingga robohnya pagar masjid, memperkuat dugaan ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (3/11/2025) terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor belum memberikan klarifikasi substansial.

Ia hanya menyampaikan akan meminta laporan terlebih dahulu dari pengawas dan PPK terkait pekerjaan di lapangan.

Namun hingga berita ini diturunkan, PUPR belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kerusakan dini maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.

Ketika awak media juga meminta PUPR menanggapi pagar masjid yang dilaporkan roboh akibat pekerjaan pemasangan box culvert, namun sampai saat ini belum menanggapi hal tersebut.

Padahal dalam momen resmi Pemerintah Kabupaten Bogor, Bupati Rudy Susmanto baru saja menegaskan komitmen kuat terhadap transparansi.

BACA JUGA :  MUI Dorong Satpol PP dan Polisi Tindak Tegas Penjual Miras di Cileungsi

Dalam acara Malam Anugerah Jurnalisme Istimewa 2025 PWI Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Senin (1/12/2025), Rudy menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam pengawasan publik dan pembangunan daerah.

“Kami berharap para pimpinan OPD membuka pintu selebar-lebarnya saat rekan media mencari informasi,” tegas Rudy.

Pernyataan bupati tersebut menunjukkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan instruksi resmi, bukan sekadar anjuran. Karena itu, sikap tertutup dan lambat merespons dari PUPR dinilai bertentangan dengan arahan pimpinan daerah.

Publik menilai bahwa proyek beranggaran besar yang dananya bersumber dari uang rakyat tidak boleh luput dari akuntabilitas. Jika terjadi dugaan penyimpangan, PUPR sebagai instansi teknis perlu memberikan data, penjelasan, serta langkah koreksi yang terukur, bukan sekadar diam menunggu tekanan publik meningkat. (Nur N)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor