BIREUEN, INDONEWS | Prosesi pelantikan Syamsuddin sebagai Keuchik Gampong Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, berlangsung khidmat di Meunasah Gampong setempat, Kamis (26/6/2025).
Dengan diambilnya sumpah jabatan, Syamsuddin resmi mengemban amanah sebagai Pemimpin Gampong untuk periode 2025-2030.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Juli, Doli Mardian, S.E., M.S.M, unsur Forkopimcam, perangkat gampong, tokoh masyarakat, dan ratusan warga. Pelantikan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan SK, pengambilan sumpah jabatan, dan penandatanganan berita acara.
Dalam sambutannya, Camat Doli Mardian menegaskan bahwa keuchik adalah jabatan strategis di tingkat akar rumput, yang menuntut tanggung jawab moral dan sosial yang besar.
“Keuchik adalah pelayan rakyat. Ia harus bekerja dengan hati, jujur, terbuka terhadap kritik, dan berani mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat. Ini bukan soal jabatan, tapi amanah,” tegas Doli.
Ucapan selamat juga disampaikan oleh Pj Keuchik Gampong Suka Tani, Syarbaini, yang berharap Syamsuddin mampu membawa perubahan positif selama masa jabatannya.
“Selamat kepada Keuchik Syamsuddin. Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah beliau dalam memajukan gampong,” ujarnya.
Pelantikan ini disambut antusias oleh warga. Sejumlah masyarakat menyampaikan harapan agar keuchik baru mampu mengakomodasi aspirasi rakyat, memperkuat nilai adat dan syariat Islam, serta mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai adat dan agama, keuchik di Aceh memiliki peran lebih dari sekadar pemimpin administratif. Ia dituntut menjadi pengayom, perekat sosial, serta penjaga harmoni dalam keberagaman.
Menanggapi amanah tersebut, Syamsuddin menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk bekerja tulus dan transparan.
“Ini bukan soal kekuasaan, tapi soal tanggung jawab. InsyaAllah saya akan bekerja dengan niat ibadah, membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan masyarakat, dan memastikan setiap kebijakan berpihak pada kemaslahatan bersama,” ujar Syamsuddin.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar elemen gampong untuk menciptakan pemerintahan yang efektif dan berkeadilan.
“Pemimpin sejati bukan yang meminta dihormati, tapi yang sanggup melayani. Bukan yang haus pujian, tapi yang siap dikritik demi perbaikan,” katanya.
Pelantikan ini menjadi momentum baru bagi Gampong Pante Peusangan. Bukan sekadar rotasi kepemimpinan, melainkan awal perjalanan menuju tata kelola gampong yang lebih baik, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan lahir dan batin.
“Setiap awal adalah harapan. Dan harapan butuh kerja keras, kejujuran, serta keberanian untuk berubah.”
Dengan dukungan masyarakat, Syamsuddin diharapkan mampu mewujudkan pemerintahan gampong yang bersih, tanggap, dan berpihak pada rakyat. Pante Peusangan kini menatap masa depan baru, di bawah kepemimpinan yang diharapkan menjadi berkah bagi semua. (Hendra)





























Comments