0

BOGOR, INDONEWS – Kemdikbud Ristek berencana menjalankan Kurikulum Merdeka sebagai opsi tambahan terlebih dahulu selama tahun 2022-2024 dalam rangka pemulihan pembelajaran pasca pandemi.

Mulai tahun 2024, diharapkan Kurikulum Merdeka sudah bisa full diimplementasikan secara nasional.

Di tahun 2024 juga, Kemdikbud Ristek akan mengkaji ulang mengenai implementasi Kurikulum Merdeka ini berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Pemateri IKM sekaligus Kepala SMPN 1 Kemang, Dini, mengatakan, pihaknya menjadi salah satu sekolah penggerak dan saat ini sedang melaksanakan Kurikulum Merdeka.

“Kurikulum merdeka pertama kali diluncurkan di tahun 2021 melalui program sekolah penggerak dan SMPN 1 Kemang punya peran aktif sebagai sekolah penggerak dalam upaya pilot project implementasi Kurikulum Merdeka dan telah memberikan sumbangsih pada keberhasilan Implementasi Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Kementrian Ristek dan Pendidikan Indonesia,” ungkapnya, Senin (25/7/2022).

Berbekal dari pengalaman dalam menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai sekolah penggerak angkatan pertama, SMP Negeri 1 Kemang juga di tahun 2022 ikut serta berperan aktif dalam studi banding, sosialisasi, pengimbasan, dan berbagi praktek baik dalam implementasi Kurikulum Merdeka baik di Kabupaten Bogor maupun Kota Bogor dan kabupaten lainnya secara daring maupun luring.

BACA JUGA :  Sidang Kelima, Kasi Sarpras Disdik Kabupaten Bogor Sebut Penangkapan YS Sudah Diskenario

“Sosialisasi telah dimulai dari sosialisasi IKM ke SMP Regina Pacis Kota Bogor pada 21 Maret 2022 kemarin bersama Pengawas Pembina SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor  Bpk Kadio dan Ibu Dr Wulan Widianingsih Pengawas Pembina SMP Kabupaten Bogor, lanjut kita juga ikut studi Banding dengan SMP Negeri 14 Kota Bogor pada tanggal 13 Mei 2022. Studi banding berikutnya dengan SMP Negeri 4 Kota Bogor pada tanggal 9 Juni 2022 kemarin,” terangnya.

Kepala Sekolah dan Komite Pembelajar SMPN I Kemang sebagai Pelaksana Kurikum Merdeka menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan IHT dan Workshop di SMP Negeri 3 Ciawi 18 Juni 2022, SMP Negeri 1 Ciawi 20 Juni 2022, SMP Negeri 2 Citeureup2 Juli 2022 , SMP Negeri 2 Parung. MGMP IPA Kabupaten Bogor dan Kota Bogor 20 Juli 2022.

SMP Negeri 1 Kemang sebagai Ketua Sub-Rayon Kemang telah menyelenggarakan Workshop untuk Kepala Sekolah dan Wakakur pada tanggal 12-13 Juli 2022 tentang implementasi Kurikulum Merdeka selama 2 hari, yang dihadiri oleh Kasie SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Dewan Pendidikan Dr. Joko dan Anggota Dewan.

BACA JUGA :  Politisi PDI Perjuangan Apresiasi Instruksi Bupati Bogor Soal Lagu Indonesia Raya

“Peran serta aktif SMP Negeri 1 Kemang ini bertujuan agar selain ikut berpartisipasi dalam mengsukseskan IKM, juga menjadi ajang mengasah pengembangan sekolah dalam peran sertanya membangun peradaban bangsa melalui dunia pendidikan, mudah mudahan bermanfaat bagi sekolah lainnya,” tandasnya.

Untuk diketahui bahwa Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Guru dalam proses pembelajaran memiliki keleluasaan untuk memeilih berbagai perangkat ajar sehimgga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik.

Salah satu ciri dari kurikulum Merdeka adalah dikembangkannya projek untuk menguatkan pencapaian Profil Pelajar Pancasila, yang merupakan visi dari Pendidikan Indonesia.

Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

BACA JUGA :  Ngaku Polisi Dari Satuan BNN, Empat Pelaku Curas Ditangkap Polsek Jonggol

Inti dari Kurikulum Merdeka adalah Merdeka Belajar, yaitu konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Jika sebelumnya di Kurikulum 2013 peserta didik harus mempelajari semua mata pelajaran (di tingkat TK hingga SMP) dan akan dijuruskan menjadi IPA/IPS di tingkat SMA, lain halnya dengan Kurikulum Merdeka. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor