0

BOGOR, INDONEWS – Trotoar dan bahu jalan di Kecamatan Citeureup, Babakan Madang hingga Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali dipenuhi pedagang kaki lima (PKL). Akibatnya, kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut tak dapat dihindari, sehingga hak pejalan kaki juga hilang.

“Betul kang, ini sudah marak sarana umum digunakan untuk  jualan. Saya minta Satpol PP menertibkan dengan pendekatan yang humanis,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Teguh Widodo.

Teguh juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Bogor, selaku penegak peraturan daerah (perda), agar kedepannya tidak lagi adanya penyalahgunaan sarana umum untuk dijadikan lapak PKL.

“Sudah dikomunikasikan dengan Pol PP kabupaten melalui pak kasat, dan kemungkinan dalam waktu dekat ada upaya penindakan,” jelasnya.

Di tempat terpisah, sejumlah pengguna jalan yang kerap melintas di jalur tersebut kerap mengeluh. Selain membuat kemacetan, juga menjadikan kesemerawutan wajah kota.

“Kok PKL berjualan di bahu jalan dibiarkan saja. Selain mobil sulit melintas, pejalan kaki juga susah berjalan di trotoar,” keluh Ian (30), salah satu warga Citeureup yang kerap melintas di jalur tersebut.

BACA JUGA :  Suasana Malam Nisfu Sya'ban di Masjid Nur Sa'adah Pabuaran Bojonggede Bogor

Hal serupa dikatakan, Firman (40) pengguna jalan lain yang juga mengeluhkan persoalan  di kawasan yang dipenuhi lapak PKL. Para PKL itu umumnnya menjual makanan dan minuman.

Ia mengaku kesal dengan para PKL yang menduduki trotoar dan bahu jalan. Sebab keberadaan mereka kerap membuat pengendara terjebak macet saat melintas di lokasi.

“Saya harap pihak terkait segera turun tangan dan rutin lakukan penertiban dan penjagaan,” harapnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor