BOGOR, INDONEWS | Musyawarah bertujuan menghasilkan kesepakatan agar menjadi kemupakatan bersama demi terjalin kebaikan dan kemaslahatan.
Hal itu dilakukan keluarga besar RSUD Ciawi bersama warga lingkungan, dalam rangka membahas aspirasi warga sekitar RSUD.
Pertemuan berlangsung di RSUD Ciawi lantai 4, Gedung H, Senin (7/10) dengan turut dihadiri, Wakil Dirut RSUD Ciawi Rahmi, Kabag TU Irman, Kasubag Umum RSUD Ciawi Waseso, Kapolsek Ciawi Kompol Agus H., Babinsa, Babinkantibmas, Satpol PP Dadang, Dishub Kabupaten Bogor, Sekdes Bendungan, perwakilan warga lingkungan Ciawi dan para pedagang kaki lima (PKL).
Adapun poin pembahasan dalam pertemuan itu mengenai sampah, pembahasan parkir liar yang di depan rumah sakit yang memakan bahu jalan.
Wadir Administrasi RSUD Ciawi, Rahmi Wulandari mengatakan, pertemuan ini mendapat hasil kesepakatan bersama yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Dimana hal itu sangat krusial untuk diselesaikan.
“Poin pertama dalam penataan di samping rumah sakit Ciawi ada beberapa barang-barang bangunan yang harus dirapikan agar tidak mengganggu jalan. Poin kedua, penataan parkir yang harus ditertibkan ke area rumah sakit yang masih ada tempat parkir di lantai dua, untuk parkir motor bisa dimaksimalkan,” jelasnya.
Poin ketiga, sambungnya, yaitu sampah bagi pedagang di area rumah sakit bisa terkoordinir agar tidak menimbulkan tumpukan sampai mengganggu warga dan pengunjung rumah sakit.
Memed MB., SH., salah satu tokoh Ciawi mengapresiasi progres rumah sakit Ciawi yang akan melakukan penataan barang bangunan di samping rumah sakit dan parkiran yang diduga liar.
Menurutnya, penataan lingkungan rumah sakit harus dilakukan agar rumah sakit menjadi lebih nyaman.
“Parkiran liar juga harus ditertibkan, jangan ada di bahu jalan nasional, kelihatan jadi semeraut. Kalau masuk semua ke area parkir rumah sakit kan jadi bagus, tertata. Dan pembersihan sampah yang menumpuk agar tidak mengganggu pengunjung, tidak terlihat kumuh, itu paling utama. Apalagi musim hujan begini, kalau sampah masuk got terus tersumbat nanti akan menimbulkan ketidaknyamanan semua,” papar Memed. (Nurman/Vina)





























Comments