BEKASI, INDONEWS – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Janet Aprilia Stanzah kembali mengadakan Reses di Sekertariat, Jalan Masjid Nurul Huda Islam, RT 02/RW 07, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, Jumat (3/2/2023).
Janet mengaku memahami pengorbanan sekaligus menghargai semangat para kader posyandu yang selalu siap berkorban untuk para balita. Menurutnya, tak jarang mereka merogoh kocek sendiri demi mengadakan makanan tambahan untuk para balita dan ibu hamil dalam acara posyandu.
“Karenanya suara aspirasi dari para kader posyandu akan disampaikan kepada para pihak pemangku jabatan agar insentif kader posyandu segera diberikan kembali. Demikian juga dengan insentif dan banop (bantuan operational) bagi para Ketua RW dan RT, akan diperjuangkan untuk dapat diberikan kembali,” katanya.
Dalam Reses I tahun anggaran 2023 yang diselenggarakan sejak tanggal 2-6 Februari 2023, dr. Janet kebanjiran permintaan dari warga baik Ketua RW dan para Ketua RT agar wilayahnya dapat dikunjungi oleh anggota DPRD Kota Bekasi Komisi III.
Di Kecamatan Pondok Melati ada 6 titik reses yang dikunjungi anggota DPRD Kota Bekasi yang juga berprofesi sebagai seorang dokter praktisi kecantikan antara lain di Kelurahan Jati Rahayu, Jatimurni, Jatimelati, Jatiwarna. Sedangkan di Kecamatan Pondok Gede, kunjungan reses dr Janet di Kelurahan Jati Waringin, Jati Bening dan Jati Makmur.
Antusias masyarakat untuk menghadiri reses I anggota legislatif dr. Janet Aprilia Stanzah semakin tidak terbendung, warga berlomba-lomba mencari bantuan dari anggota legislatif agar wilayahnya dapat dipercepat pembangunannya melalui aspirasi anggota legislatif.
Dalam reses di beberapa kelurahan di Dapil Pondok Gede dan Pondok Melati, dr. Janet menyampaikan ke masyarakat, bahwa warga Kota Bekasi sudah tidak perlu khawatir dengan masalah-masalah utama seperti kesehatan dan pendidikan.
Dalam hal kesehatan, saat ini UHC (Universal Health Coverage) di Kota Bekasi sudah mencapai lebih dari 96%.
Profil seorang dokter yang juga anggota legislatif ini sangat ramah, ceria, terbuka, cepat tanggap dalam memberikan respon bahkan bantuan ke masyarakat, membuat masyarakat cepat akrab dan dekat dengan wakil rakyatnya.
Dalam kegiatan reses di Jati Waringin, dr Janet membagikan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam resesnya di Jati Bening, Ketua LPM Jati Bening sekaligus pembina pemuda dan karang taruna Kelurahan Jati Bening menyampaikan rasa terima kasihnya atas aspirasi dr Janet yang sudah mendukung kegiatan karang taruna dan pemuda dalam mengadakan gelar seni budaya betawi yang rutin diadakan setiap tahunnya di Kelurahan Jati Bening.
Reses I TA 2023 ini dr Janet yang kebanjiran aspirasi dari masyarakat baik seputar pembangunan infrastruktur, pembangunan dan pengadaan sarpras posyandu, sekretariat RW, sarana olahraga dan giat kepemudaan karang taruna dan lain lainnya.
Dalam kesempatan jumpa dengan masyarakat melalui reses jaring aspirasi, dr Janet menjawab kekhawatiran masyarakat tentang kesehatan dan pendidikan.
Janet menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bekasi saat ini sudah semakin keren.
Masyarakat Kota Bekasi yang memiliki KTP Kota Bekasi sudah tidak perlu kuatir dengan jaminan kesehatan BPJS, karena. Dalam kesempatan jumpa dengan masyarakat melalui reses jaring aspirasi, dr Janet menjawab kekuatiran masyarakat tentang kesehatan dan pendidikan.
Janet menyampaikan bahwa pemerintah kota Bekasi saat ini sudah semakin keren yakni bahwa pemerintah Kota Bekasi berkomintment tinggi dalam menjamin hak masyarakat di bidang kesehatan dan Pendidikan.
Dalam hal kesehatan, Kota Bekasi saat ini sudah mencapai UHC, yaitu cakupan kepesertaan Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan lebih dari 95%. Artinya lebih dari 95% dari total penduduk Kota Bekasi telah mendapatkan/mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS baik peserta BPJS mandiri maupun BPJS PBI yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Bekasi melalui APBD.
“Apabila ada masyarakat Kota Bekasi yang kurang mampu, ber KTP Kota Bekasi dan belum memiliki kartu BPJS, tiba-tiba sakit, datang saja ke RS pemerintah atau RS swasta yang bekerja sama dengan BPJS, cukup menunjukkan KTP Kota Bekasi, maka pemerintah kota Bekasi akan menjamin biaya pengobatannya, Kota Bekasi Keren kan,” papar dr Janet.
Dalam hal pendidikan, memang Pondok Gede Pondok Melati masih kekurangan sekolah negeri. Namun sekarang orang tua sudah tidak perlu rebutan ingin masuk Sekolah Negeri, karena sejak tahun kemarin pemerintah Kota Bekasi sudah mengadakan MOU dengan beberapa sekolah swasta untuk memberikan beasiswa bagi orang tua sudah tidak perlu lagi rebutan ingin masuk Sekolah Negri.
Karena sejak tahun kemaren Pemerintah Kota Bekasi sudah mengadakn MOU dengan beberapa sekolah swasta untuk memberikan beasiswa bagi orang tua murid yang tidak mampu,” ujar Janet. (Supri)




























Comments