0

BEKASI, INDONEWS – Dalam rangka memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terkait mengenai pentingnya gizi seimbang dalam masa pertumbuhan anak-anak sekaligus tentang pencegahan stunting, BKKBN bersama DPR RI bekerja sama.

Kali ini dilakukan sosialisasi di Hotel Situ Beleud, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (10/2/2024).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari menjelaskan, stunting adalah kondisi ketika seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

“Stunting juga menjadi masalah serius di Indonesia dan angka stunting di Indonesia masih tinggi. Ini berdampak negatif terhadap kualitas hidup anak- anak dan perkembangan mereka di masa yang akan datang,” katanya.

Maka dari itu, imbuh Putih, melalui acara ini pihaknya ingin melakukan pendampingan terhadap ibu yang memiliki balita ataupun balita sehingga angka stunting bisa menurun.

“Untuk membangun keluarga berkualitas, ada yang harus ditingkatkan. Pertama, meningkatkan kepersertaan KB, kesertaan mengendalikan kelahiran menggunakan kontrasepsi, atau mengendalikan, kelahiran dengan mendewasakan usia pernikahan. Kedua, meningkatkan kesertaan pembangunan keluarga. Dan ketiga, meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang kependudukan,” paparnya.

BACA JUGA :  Masyarakat Sudah Bisa Dapatkan Layanan Kesehatan di Puskesmas Jaticempaka

Putih Sari juga menegaskan bahwa BKKBN dan DPR RI terus mendorong penurunan angka kasus stunting dengan menggelar sosialisasi program pencegahan percepatan.

“Hal ini dalam rangka penguatan peran serta mitra kerja dan stakeholder dalam implementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga,” tegasnya.

Kepala Penata KKB Ahli Muda, Della Aryati S.Pd mengatakan, penguatan peran penyuluh KB dalam upaya percepatan penurunan stunting diperlukan kerja sama dari seluruh pihak untuk melakukan pencegahan dan melaksanakan program lawan kasus stunting.

“Kami selalu memberikan sosialisasi tentang stunting kepada masyarakat dan berharap agar masyarakat dapat bekerja sama sehingga bisa bersama melakukan percepatan penurunan angka stunting. Angka stunting yang ideal dengan cepat serta adanya pendampingan secara baik dan untuk kita capai Indonesia Emas 2024,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Kabid Dalduk DPPKB Kabapaten Purwakarta, Drs. Edi Suwardi MM., memaparkan jika BKKBN dan DPR RI terus mendorong penurunan angka kasus stunting dengan menggelar sosialisasi program pencegahan percepatan.

“Hal ini dalam rangka penguatan peran serta mitra kerja dan stakeholder dalam implementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga, bahwa BKKBN bersama Dr. Putih Sari menjalankan tugas, yaitu selalu memberikan sosialisasi tentang stunting kepada masyarakat dan berharap agar masyarakat dapat bekerja sama melakukan percepatan penurunan angka stunting,” ucapnya. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Ragam