0

BOGOR, INDONEWS | Puluhan aktivis khususnya wilayah Bogor Timur (Botim) menggelar rapat dalam rangka pembentukan kepengurusan Federasi Bogor Sauyunan (FBS) dan juga rapat koordinasi menyikapi perkembangan pembangunan infrastruktur di Bogor Timur yang dinilai sangat jauh tertinggal dan penuh ketimpangan, Kamis (6/6).

Rapat itu dilaksanakan diruang rapat GMC Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dipimpin langsung Ketua LSM Penjara Bogor dihadiri Aktivis dari berbagai wilayah di Bogor Timur dan juga Bacalon Bupati jalur Independent dan sejumlah tamu undangan lainnya.

“Rapat ini kita gelar sebagai ajang silaturrahmi sekaligus dalam rangka pembentukan kepengurusan Federasi Bogor Sauyunan Bogor Timur,” ujar Ketua LSM Penjara Bogor Raya, Romi Sikumbang.

Menurutnya kepengurusan Federasi Bogor Sauyunan ini dibentuk merupakan wujud dari  keprihatinan dan kepedulian para aktivis di Bogor Timur melihat perkembangan pembangunan wilayah di wilayah Bogor Timur masih menjadi wilayah yang tertinggal jauh dari daerah lain dan hal ini menjadi pihaknya menilai penuh ketimpangan.

“Hal inilah yang menjadi dasar kerisauan kami aktivis Bogor Timur terhadap pembangunan yang tidak merata di Kabupaten Bogor, hingga para aktivis berkumpul dan membentuk wadah yang dinamakan Federasi Bogor Sauyunan”, tegas Romi Sikumbang yang merupakan salah satu inisiator terbentuknya wadah tersebut.

BACA JUGA :  Satpol PP Tertibkan Bangli di Ciawi, Polisi Amankan Perusuh

Romi memaparkan bahwa banyak pekerjaan yang dilakukan di wilayah Timur tidak tepat sasaran sehingga terlihat timpangnya pembangunan yang ada.

“Karena itulah perlu adanya wadah agar pembangunan di kabupaten wilayah Kabupaten Bogor benar-benar tepat sasaran, sehingga percepatan pemekaran kabupaten Bogor Timur memiliki dasar yang kuat untuk dimekarkan segera,” paparnya.

“Jangan kita sibuk mikirin pemekarannya saja tapi lihat dong infrastrukturnya sudah ada dan komplit belum. Kita perlu mengedukasi masyarakat kabupaten Bogor khususnya wilayah timur bahwa percepatan infrastruktur adalah perihal yang sama pentingnya sambil menyambut pemekaran kabupaten Bogor wilayah Timur,” katanya.

“Jadi jangan nanti pemekarannya sudah ketuk palu infrastrukturnya belom ada, ini kan sama aja kerja gak kepake”, tuturnya dengan nada yang berapi api.

Ia berharap adanya lembaga Federasi Bogor Sauyunan bisa lebih efektif mendongkrak potensi pengusaha Timur yang tau permasalahan Bogor Timur timur sehingga pembangunan tersebut bisa tepat sasaran.

“Mudahan-mudahan dengan adanya wadah ini bisa lebih efektif dalam mengawal dan juga memberikan atensi kepada pemangku kebijakan agar pembangunan bisa dilakukan dengan tepat  sasaran dan merata,” katanya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor