0

BANDUNG, INDONEWS Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) memusnahkan 28,9 kilogram sabu, 160.000 butir obat-obatan terlarang, lebih dari 69.000 botol minuman keras, serta ribuan knalpot tidak sesuai standar dalam kegiatan pemusnahan barang bukti hasil penindakan berbagai kasus di wilayah Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Dr Rudi Setiawan mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dari dampak bahaya narkotika, minuman keras, serta tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

“Kita telah memutus mata rantai kerusakan sosial dan menghidupkan kembali kehidupan yang sempat terputus akibat kendaraan dicuri. Hari ini kita juga mengembalikan kendaraan bermotor kepada pemilik aslinya,” ujarnya.

Selain narkotika dan miras, kepolisian turut memusnahkan sekitar 4.500 knalpot brong serta hampir 1.000 kendaraan bermotor roda dua dan roda empat hasil pengungkapan kasus.

Kapolda menegaskan penyalahgunaan sabu dan obat-obatan berbahaya memiliki daya rusak yang besar, tidak hanya bagi pengguna tetapi juga memicu dampak lanjutan seperti kekerasan, perkelahian, pengeroyokan, pelecehan hingga kematian.

BACA JUGA :  Diduga Korupsi Samisade, Kades Singasari Diperiksa Kejaksaan Bogor

“Pil-pil berbahaya ini harganya murah, tetapi dampak sosialnya luar biasa. Banyak konflik sosial berawal dari konsumsi narkoba dan minuman keras,” katanya.

Ia menambahkan penggunaan knalpot tidak sesuai standar juga menimbulkan polusi suara dan keresahan masyarakat, sehingga penertiban dilakukan untuk mengembalikan hak warga hidup nyaman.

Pada kesempatan itu, Polda Jabar juga mengembalikan sejumlah kendaraan bermotor hasil tindak pidana kepada pemilik sah tanpa dipungut biaya. Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan dipersilakan datang ke Mapolda dengan membawa bukti kepemilikan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas kinerja kepolisian yang dinilai berhasil meningkatkan keamanan dan ketertiban di daerah tersebut.

Menurut dia, dalam setahun terakhir kondisi keamanan, ketertiban lalu lintas, serta respons terhadap keluhan masyarakat menunjukkan perbaikan signifikan berkat tindakan cepat dan penegakan hukum yang konsisten.

“Spirit ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita semua,” katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat terus diperkuat guna mewujudkan Jawa Barat yang aman dan tertib. (yd/fz)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Hukum