0

BOGOR, INDONEWS,– Sejumlah warga Kabupaten Bogor sebagai pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor, H.R Bayu Syahjohan dan Musyafaur Rahman, mengaku suaranya hilang saat perhitungan suara.

Beberapa warga juga mengaku sebagai kader PDI Perjuangan dan simpatisan pasangan calon nomor urut 02, namun ketika perhitungan, suara mereka tidak ada satu pun alias nol.

Dalam video yang diterima, warga tersebut mengaku mencoblos Bayu-Musa, namun ketika perhitungan suara, di TPSnya justru 100 persen suara milik pasangan calon nomor urut 1, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi.

Kejanggalan ini pun dibenarkan kader PDI Perjuangan sekaligus tim pemenangan Bayu-Musa, yakni Jonny Sirait, Andriyana dan Joe Salim, didampingi Ketua PAC PDI Perjuangan Cisarua Didin. Bahkan mereka telah bertemu dengan Muspika Kecamatan Cisarua serta Panwascam Cisarua karena menduga Pemilihan Bupati Bogor ada permainan masif.

“Di salah satu TPS di Kecamatan Cisarua itu ada kader PDI Perjuangan dan keluarga kami. Mereka memilih pak Bayu-Musa, namun saat perhitungan suara mereka tidak ada sama sekali, suara Bayu-Musa nol di TPS tersebut, suaranya jadi 100 persen ke paslon nomor 01,” ungkap Andriyana, di Cisarua, Rabu (27/11) malam.

BACA JUGA :  Vaksin Rabies Langka, Aktivis Nilai Dinkes dan Komisi 4 Lalai

Menurut Andriyana, patut diduga pemilihan Bupati Bogor penuh dengan permainan kotor yang masif dan terstruktur, sehingga pihaknya langsung berkoordinasi dengan Camat, Kapolsek, Danramil dan Ketua Panwascam Cisarua untuk mendiskusikan masalah ini.

“Ini sangat jelas adanya dugaan permainan. Kalaupun human error, masa sih sampai suara Bayu-Musa nol di beberapa TPS. Sedangkan di sana ada kader kami. Atau kalau pun tidak ada kader kami, masa sih tidak ada sama sekali yang memilih Bayu-Musa,” ungkap dia.

Namun, karena ada saksi keluarganya, maka tim Bayu-Musa merasa dirugikan akibat sejumlah suara Bayu-Musa hilang.

“Di TPS yang nol suara Bayu-Musa itu, kita kroscek ke kader dan simpatisan, apakah benar mereka tidak mencoblos Bayu-Musa, namun mereka menyatakan telah memilih Bayu-Musa dan justru mereka heran kenapa suaranya hilang,” jelas Andriyana.

Hal senada juga diungkapkan Jonny Sirait. Ia menyatakan, di beberapa TPS, suara Bayu-Musa telah hilang bahkan nol sama sekali. Padahal di TPS tersebut ada kader PDI Perjuangan yang menyatakan mencoblos Bayu-Musa.

BACA JUGA :  Camat Cileungsi Repson Adanya Warga Sesak Napas Akibat Pabrik

“Pak Bayu itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, dan kader PDI Perjuangan ada di setiap kecamatan, desa. Selain itu kepengurusan kami sampai ke tingkat RW atau dalam kepengurusan kami disebut Pimpinan Anak Ranting. Mereka (kader, red) justru heran kenapa suaranya hilang. Indikasi ini juga kita curigai terjadi di semua TPS, dimana suara Bayu-Musa hilang,” ungkap Jonny, seraya menunjukan sejumlah video yang menyatakan telah mendukung Bayu-Musa, namun hak pilihnya atau suaranya hilang.

Sementara itu, Camat Cisarua, Heri Risnandar pada pertemuan itu menjelaskan, terkait kejadian ini perlu dilakukan koordinasi dengan petugas KPPS dan pihak penyelenggara lainnya.

“Tadi kita juga sudah menghubungi ketua panwascam untuk mengkroscek kebawah seperti apa kondisinya. Disana saya yakin, selain petugas KPPS ada beberapa pihak memantau, teman-teman panwascam juga punya pengawas,” katanya.

Camat juga tidak menyangkal jika hilangnya suara tersebut bisa akibat human error, baik masuk ke suara tidak sah dan sebagainya.

“Nanti ini ranahnya ke panwas ya, apakah harus dihitung ulang atau bagaimana. Yang pasti saya sebagai camat bersama pak kapolsek dan pak danramil dalam hal ini hanya bisa memfasilitasi, dan diluar tupoksi penyelenggara dan pengawas,” tandasnya.

BACA JUGA :  Ekspansi RSUD Cileungsi dan BPJS Ketenagakerjaan Berikan Layanan Sipinter

Dalam pertemuan itu, Jonny Sirait kemudian mengungkapkan temuan timnya, Joe Salim, dimana ada oknum petugas penyelenggara yang membawa kertas suara 2.

Pernyataan itu kemudian dijawab Ketua Panwascam Cisarua, Kusnadi Iskandar.

“Sebenarnya kita sebagai pengawas juga sudah diskusi atas permasalah awal, dan kita sudah prediski bahwa kejadian ini akan jadi ramai. Kita juga merasa ada keanehan, ada 20 pemilih atau lebih seperti yang tadi disampaikan tim, tapi kenapa suaranya kok bisa nol atau hilang. Makanya tadi saya sarankan agar dilakukan penghitungan suara ulang hari ini juga supaya clear. Kalau memang betul suaranya tidak ada, ya tadi, ada apa ini, kan gitu,” ungkap Kusnadi.

Pihaknya mengatakan, karena sudah ada laporan, maka dugaan pelanggaran ini sudah bisa ditelusuri sesuai prosedur, termasuk saksi-saksi atau pemilih yang suaranya hilang dihadirkan.

Sementara berdasarkan penelusuran, sampai berita ini ditayangkan, belam ada titik temu dan sejauh mana penyelesaiannya. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor