0

DEPOK, INDONEWSOrganisasi Persatuan Wartawan Nasrani Pewarna Indonesia Kota Depok sukses menggelar Diskusi dengan tema Perlindungan dan Kesejahteraan Guru Agama Minoritas di Kota Depok, bertempat di GBI Rock Home Jl Tole Iskandar, Senin (25/5/2026).

Ketua Pewarna Indonesia Kota Depok, Christin M. Wartiningsih dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fransiscus Samosir yang telah berkenan meminjamkan tempat untuk pelaksanaan acara tersebut, juga kepada nara sumber yang berkompeten di bidangnya sehingga para guru merasa ada penyalur suara.

Kegiatan diskusi adalah sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi guru agama maupun tenaga pendidik lainnya yang hingga kini masih minim jumlahnya.

“Para guru berharap acara ini harus dilanjutkan karena benar-benar bagus dan bermanfaat untuk guru-guru. Saya berharap bisa menjembatani para guru karena minimnya informasi yang didapat,” ungkap Christin.

Ia berharap Pemerintah Kota Depok dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan kebutuhan tenaga pengajar yang selama ini tetap semangat mendidik siswa di tengah keterbatasan jumlah guru.

BACA JUGA :  Disdik Depok Tegaskan Larangan Total Kekerasan Terhadap Siswa di Sekolah

Selain peningkatan kesejahteraan, Christin juga menilai penambahan jumlah guru menjadi kebutuhan penting untuk menunjang kualitas pendidikan di Kota Depok.

Acara diskusi tersebut di hadiri juga Wahid Suryono Kadisdik Depok, Binton Nadapdap Ketua DPD PSI sekaligus Anggota Dewan DPRD Kota Depok, Pastur Daniel dan pemangku Jabatan lainnya serta para Guru Agama.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, memaparkan tentang Progam Manusia Unggul (Maung).

Calon siswa yang ingin mendaftar Program Maung di SMAN 1 Depok harus memenuhi sejumlah syarat akademik, di antaranya memiliki nilai rapor minimal 85 dan hasil tes potensi akademik atau IQ di atas 130.

“Di Depok, SMAN 1 jadi sekolah percontohan program sekolah Maung, di mana penerimaan siswa barunya semuanya lewat jalur prestasi, jadi tidak ada jalur afirmasi, domisili, maupun mutasi,” katanya.

Wahid mengatakan seluruh penerimaan siswa baru di SMAN 1 Depok untuk program Maung dilakukan melalui jalur prestasi.

“Mulai tahun 2026 ini, siswa yang berbakat bisa daftar dengan nilai tes IQ 130 dan nilai TKA atau rapor minimal 85,” jelasnya.

BACA JUGA :  BPN Kota Depok Kembali Raih Penghargaan

Sementara Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Binton Nadapdap meminta Pemerintah Kota Depok memberikan perhatian serius terhadap minimnya jumlah guru agama di sekolah negeri, khususnya guru agama Kristen dan sejumlah tenaga pengajar agama lainnya.

Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Depok menambah jumlah guru agama yang masih terbatas di sekolah-sekolah negeri.

“Saya kira gereja-gereja juga sudah menyiapkan guru-guru agama Kristen sehingga murid di sekolah yang nonmuslim bisa belajar agama juga. Berapa banyak sekolah negeri di sini yang akan disiapkan guru agama Kristen. Semuanya tidak disiapkan oleh pemerintah, tetapi gereja-gereja juga harus mendorong pendeta-pendetanya siap mengajar ke sekolah negeri,” katanya. (Gustini)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Depok