BEKASI, INDONEWS – Terkait adanya penggunaan karung bermerk Bola Merah dan pengaduan pengoplosan oleh pengelola, penjual kacang kedelai di jalan Dewi Sartika, RT 02/RW 05, Nomer 25 Kota Bekasi, Jawa Barat memberikan klarifikasi, Kamis (25/08/2022).
Penjual kacang kedelai, Sa’ardi mengatakan, pengaduan dari pihak-pihak tertentu bahwa dirinya melakukan pengoplosan kacang sama sekali tidak benar.
“Pengoplosan kacang sebenarnya tidak ditemukan, dan itu tidak benar. Saya membeli kacang betul-betul polos dan murni tanpa adanya pengoplosan, beratnya 70 kg atau 65 kg per karung dengan berat kotor. Dan saya berinisiatif menggunakan karung bekas yang tersedia di gudang. Karung tersebut terdiri dari bebagai merk, salah satunya Bola Merah. Seandainya itu dianggap salah, saya meminta maaf walaupun saya tidak tahu letak salahnya di mana,” ungkapnya.
Sa’ardi mengaku tidak tahu jika memakai karung bekas itu salah, meski penggunaan karung bekas juga sering dilakukan oleh pengelola kacang kedelai lainnya.
“Jika ada yang membeli hanya 30 kg atau 40 kg, saya tidak menjual kacang bermerk bola merah, itu hanya karungnya saja. Walupun kami menjual kacang polos dengan karung bekas Bola Merah, tapi pada penjualan dan faktur sudah diberi keterangan bahwa kacang polos yang harganya saya jual Rp.1.080.000 per kintal. Berbeda dengan kacang Bola Merah harga jualnya saat ini Rp.1.230.000 per kintal,” paparnya.
“Jika saya keliru, saya mohon maaf kepada pihak yang memiliki karung Bola Merah, khususnya kepada masyarakat yang ada di Kota Bekasi dan lainnya. Sekali lagi saya mohon maaf, tidak ada unsur kesengajaan. Dan saya di sini menggunakan jahitan polos yang artinya benang itu berwarna putih. Sedangkan ciri khas kacang Bola Merah mempunyai warna benang dengan jahitan berbeda,” tambah Sa’ardi.
“Sekali lagi saya mohon maaf atas ketidakpahaman saya, khususnya kepada merasa yang dirugikan, khusunya pada pemilik karung bola merah maupun kepada masyarakat yang membeli kacang kepada saya. adi sudah dilihat langsung pihak Polres Bekasi Kota termasuk hadir juga perwakilan dari pihak Bola Merah sendiri. Sudah tahu dan saya jelaskan. Mereka juga melihat langsung proses pengayakkan kacangnya, bahkan posisi toko saya itu tepat berada di pinggir jalan raya, tempatnya terbuka, sampah, atau limbahnya seperti jenis pasir dan kayu sudah saya pisahkan,” paparnya.
“Dan kalaau tidak salah ,sampahnya itu kurang lebih hampir mencapai 7 kintal. Siapa pun bisa melihat proses pengayakkan kacang karena kami membersihkan kacang tersebut diruangan terbuka.”
Ia mengaku sudah menjelaskan kepada semua pihak termasuk pembeli, bahwa kacang itu murni tanpa dioplos.
“Saya sudah buktikan kepada aparat, khususnya dari Polres Bekasi Kota maupun dari pihak Bola Merah. Data penjualannya pun sudah saya tunjukan kepada mereka. Saya mohon maaf sekali lagi kepada pihak -pihak yang dirugikan khususnya Bola Merah atas kesalahan saya,” ungkapnya. (Supri)




























Comments