0

BOGOR, INDONEWS | Los Pasar Tradisional di Kampung Sungapan RT 15 RW 05, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diduga terbengkalai.

Pasar yang dibangun sejak 2022 lalu menggunakan dana hibah dari Kemenaker RI hingga puluhan juta. Namun diduga jarang dipakai untuk berjualan.

Berbeda dengan pasar pada umumnya, pasar sejatinya jadi pusat keramaian, tapi tidak bagi pasar yang satu ini.

Bahkan sejak selesai pembangunan sampai kini, pasar tersebut tetap dibiarkan terbengkalai begitu saja. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas pendukung di pasar tersebut pun sudah mulai rusak dan bahkan mungkin hilang.

Kepala Desa Srogol, Asep Irwan Kuswara saat dikonfirmasi mengatakan, pasar tersebut pasar musiman hanya digunakan untuk masyarakat ketika selesai panen. Ia membenarkan jika pasar tersebut adalah hibah dari Kemenaker RI.

“Anggarannya hibah Kemenaker. Bukan fungsi pasar, tapi pasar kaget. Kalau ada panen saja digunakan,” kata Asep, kepada wartawan media-indonews.com, Jumat (26/4).

Menurutnya, saat ini pasar tersebut digunakan sesekali untuk pasar kaget oleh warga dan hanya saat ada kegiatan saja.

BACA JUGA :  Oknum Guru Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Pada Murid, Polisi Menyelidiki

“Jadi ini pasar musiman, digunakan saat masyarakat sedang panen, dan bukan pasar desa,” tegasnya.

Lanjut dirinya juga sudah memikirkan pembangunan tersebut untuk apa dibangun.

“Saya sudah memikirkan soal itu. Buat apa dibangun kalau tidak dipakai, dan sebetulnya tidak ada kendala,” katanya.

Asep juga mengaku bahwa sedang mencari anggaran untuk pembangunan gedung BLK serta butuh penataan yang lebih bagus, karena di sebelah pasar tersebut juga tanah aset desa.

“Sebelah itu tanah desa. Saya sedang cari anggaran untuk membangun gedung Balai Latihan Kerja (BLK) dan butuh penataan ulang untuk dibuat los-los kecil,” jelasnya.

Sementara di tempat terpisah, Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) DPD Kabupaten Bogor, Jonny Sirait menyayangkan kurang produktifnya pasar tersebu.

“Terlebih pasar ini kan hibah dari kementerian. Ya walaupun hibah sejatinya pasar bisa dimanfaatkan secara maksimal, bukan sifatnya musiman. Bisa lah digunakan yang lain seperti untuk kegiatan pelaku UMKM dan atau dijadikan pasar tradisional,” ungkap Jonny.

Jonny juga meminta pemerintah dan pihak terkait segera memikirkan solusi agar pasar di Desa Srogol ini tidak mubadzir atau sia-sia.

BACA JUGA :  Proyek Kapling Pemakaman di Buana Jaya, Kontraktor Disinyalir Gunakan BBM Ilegal

“Ya pada intinya pasar ini agar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat yang lain. Harus dirawat dan dijaga,” tandasnya. (Hesty)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor