0
Arogansi Suprihatin, “Gagunya” Opi Riansyah dan Mandulnya Inspektorat Lampung Utara!

Ada aroma busuk yang tercium dari balik dinding kusam dan atap jebol SDN Bumi Jaya, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.

Bukan sekadar soal bangunan yang nyaris ambruk, tapi soal mentalitas “penguasa kecil” bernama Suprihatin yang merasa sekolah adalah kerajaan pribadinya.

Kepala Sekolah SDN Bumi Jaya ini dengan pongahnya menyebut wartawan tak berhak menanyakan Dana BOS. Sebuah pernyataan konyol yang mempertontonkan kedangkalan pemahaman aturan.

Suprihatin perlu belajar lagi: Dana BOS itu uang rakyat, bukan warisan nenek moyang Anda! Jika pengelolaannya bersih, mengapa Anda harus gemetar ketakutan saat kamera wartawan membidik atap yang bolong?

Opi Riansyah: Kabid SD yang “Pengecut” atau Sedang Pasang Badan?

Di level birokrasi yang lebih tinggi, setali tiga uang. Opi Riansyah, Kabid SD Dinas Pendidikan Lampung Utara, menunjukkan kelasnya sebagai pejabat yang tidak kompeten dalam berkomunikasi publik.

Pesan konfirmasi yang hanya berujung “centang dua” adalah bukti bahwa Opi lebih memilih jurus gagu ketimbang transparansi.

BACA JUGA :  Ketika Hakim Kehilangan Nurani, Hukum Kehilangan Jiwa

Publik layak curiga: Apakah diamnya Opi Riansyah adalah bentuk perlindungan terhadap Suprihatin? Atau jangan-jangan, bungkamnya sang Kabid adalah cerminan dari ketidakmampuannya mengawasi aliran dana pendidikan yang menguap di tengah sekolah yang hancur? Jabatan Anda itu amanah, Bung Opi, bukan sekadar gaya-gayaan dengan centang dua di WhatsApp!

Inspektorat Lampung Utara: Macan Kertas atau Sekadar Tukang Stempel?

Suprihatin berdalih hanya Inspektorat yang berhak bertanya. Namun faktanya, kondisi SDN Bumi Jaya yang memprihatinkan adalah bukti nyata MANDULNYA kinerja Inspektorat Lampung Utara.

Selama ini kalian ngapain saja? Apakah pemeriksaan hanya dilakukan di atas kertas sambil minum kopi tanpa melihat atap sekolah yang mau runtuh?

Jangan sampai publik menyimpulkan bahwa Inspektorat Lampung Utara sengaja “memelihara” oknum-oknum seperti Suprihatin.

Jika Inspektorat tidak segera turun tangan mengaudit secara total dan transparan, maka jangan salahkan rakyat jika menganggap kalian hanyalah “macan kertas” yang taringnya sudah tumpul oleh birokrasi formalitas.

Mendesak Bupati: Bersihkan Sampah Birokrasi Pendidikan!

Bupati Lampung Utara harus segera cuci gudang. Pejabat antikritik seperti Suprihatin dan birokrat bungkam seperti Opi Riansyah adalah benalu bagi kemajuan daerah.

BACA JUGA :  Prabowo dan Bayang-Bayang Kekuasaan Lama

Jangan tunggu nyawa anak didik melayang tertimpa plafon hanya karena kalian sibuk saling melindungi dalam kegelapan informasi.

Rakyat butuh perbaikan, bukan intimidasi! Pers tidak akan berhenti, meski kalian tutup pintu rapat-rapat. (opini)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Opini