0

BIREUEN, INDONEWSHaria Pasar Induk Cureh, Hamli Sulaiman (mantan Keuchik 2 priode) atau yang akrab disapa Cekli merasa ditipu dan dijajah dinegerinya sendiri, sangat miris dan memilukan.

Ia menjelaskan, berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak dari Disperindagkop, jumlah setoran yang tertera jelas senilai Rp20 juta perbulanya. Namun dipaksa oknum pejabat dinas untuk menyetor lebih dengan berbagai alasan dan tujuan hingga Rp25 juta per bulannya.

Meski terasa sangat berat dan melelahkan, Cekli mengaku harus mematuhinya karena mengira mungkin itu mekanisme tidak tertulis yang harus dipatuhinya dan ini demi keberlangsungan pekerjaan di usianya yang tidak muda lagi.

Cekli yang merupakan seorang tokoh dan Ketua BUMG Desa Gelanggang Gampoeng Cureh, juga merupakan putra asli Desa Cureh tentu tidak menginginkan pasar cureh dikelola orang luar.

“Makanya apapun akan diupayakan untuk kemajuan pasar induk cureh,” ujarnya.

Merasa dibohongi sejak bulan April 2024 sampai sekarang dengan kerugian Rp112 juta yang tercatat dan tidak ada kuasa untuk melawan, Cekli hanya meminta keadilan dari pemerintah, meminta Inspektorat Bireuen untuk segera mengaudit oknum pejabat tersebut untuk mendapatkan fakta dan kebenaran agar tidak memunculkan persoalan dan gejolak yang berlarut larut.

BACA JUGA :  Polres Bangka Barat Minta Tambang Ilegal di HL Rambat Menduyung Dihentikan

“Pedagang di pasar yang hampir sebagian warga cureh ikut resah dengan adanya pemberitaan dari media akhir-akhir ini. Dan saya punya bukti lengkap yang masih saya simpan,” katanya.

“Janganlah jabatan dipakai untuk memeras rakyat kecil. Itu amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan akhirat. Saya juga meminta kepada bapak bupati agar lapak parkir dalam pasar yang setoran per bulan Rp 700 ribu juga dikembalikan kepada kami,” tambahnya.

“Saya duga itu juga milik oknum pejabat dinas yang menunjuk Hamdani sebagai pekerja. Setoranya tidak masuk akal, kami sanggup setor Rp 1,5 juta per bulan. Penghasilan di parkir mobil itu besar, dan sumber basah bagi mereka. Jangan lah dengan jabatan, anda menghalalkan segala cara, nanti Allah murka,” ungkapnya.

Terakhir Haria Pasar Cureh, Hamli Sulaiman menuntut dana yang lebih dibayar dari nilai kontrak tersebut dapat dikembalikan.

“Itu bukan hak dia. Saya seperti terhipnotis selama ini, sekarang baru sadar selama ini saya memperkaya oknum pejabat. Padahal di Pasar Cureh banyak warga yang bergantung pada lapangan kerja ini, banyak yang terbantukan kebutuhan dapurnya selama ada Pasar Cureh. Jangan usik kami. Ini tanah tumpah darah kami,” tukas Hamli. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.