0

LAMPUNG UTARA, INDONEWS – Hari itu, suasana sangat cerah. Sejenak mata tak berkedip tertuju pada sosok seorang polisi yang sedang sibuk mengatur lalulintas di sebuah jalan raya.

Sosok yang dimaksud adalah Aipda Yovan Wijaya anggota polres Lampung Utara, Polda Lampung. Bertugas menjaga keamanan dan ketertiban lalulintas, terlihat dirinya begitu sigap berdiri di tengah kerumunan kendaraan yang berlalu-lalang melintas.

Sesekali dirinya nampak melambaikan tangan sembari berkata “Terus pak, terus bu. Hati hati jangan kebut-kebutan”.

Namun siapa sangka dibalik sikap tegas dan perawakannya yang tinggi besar, terselip jiwa kemanusiaan yang cukup tinggi.

Dimata masyarakat, Yovan dikenal sebagai sosok polisi yang religius. Namun tak sedikit pula yang tahu apa yang diperbuat oleh beliau selama ini.

Bung Yovan, sapaan akrabnya, diam-diam selama ini menyisihkan sebagian gajinya telah berhasil membangun Tempat Pengajian Al-Qur’an di desa Kalibalangan, kecamatan Abung Selatan bersama dengan masyarakat.

Ada tiga TPA di wilayah itu yang telah didirikan, bung Yovan bersama masyarakat, yakni di Dusun Tepuk Leban, Dusun Saung Marga dan Jakarta Baru. Selain itu bung Yovan juga mewakafkan tanahnya untuk pembangunan pondok pesantren dan juga masjid.

BACA JUGA :  Nunggu SK, SMAN Terintegrasi Pamulihan,Sementara di SMPN 3 Pamulihan

Saat dikonfirmasi, Anggota Satlantas Polres Lampung Utara itu, terkesan tertutup dan enggan berkomentar.

“Kita ngobrol yang lain saja ya,” ucapnya.

Namun berkat kesabaran media ini, sembari berbincang bincang, akhirnya Bung Yovan mau bercerita awal mula dirinya bersama masyarakat tergerak untuk membangun Taman Pendidikan Al Qur,an (TPA) untuk anak anak mengaji, serta mewakafkan tanah untuk pembangunan pondok pesantren dan pembangunan Masjid.

Diceritakannya, kalau tidak salah itu dimulai dari tahun 2019 lalu, saat dirinya menjadi babinkamtibmas di Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, sebagaimana tugas seorang polisi yang menjadi pengayom masyarakat.

“Saya harus berkeliling desa dari tempat satu ke tempat yang lain, berbaur dengan masyarakat. Dari situlah saya melihat langsung, ada rumah warga yang menurut saya dibawah kata layak, dengan ukuran yang tidak seberapa, dijadikan tempat untuk belajar mengaji oleh puluhan anak anak di daerah itu, bahkan ada juga ditempat berbeda rumah berdinding geribik yang dijadikan tempat anak anak belajar mengaji,” paparnya.

“Melihat itu saya merasa apa ya. Melihat semangat mengaji anak anak, dengan tempat yang kurang layak itu, menyentuh hati untuk berbuat sesuatu, yang akhirnya saya bersama masyarakat membangun taman pendidikan Al Qur,an, di Dusun Tepuk Leban, Dusun Saung Marga dan Jakarta Baru. Alhamdulilah sampai saat ini telah berkembang, dan anak anak dapat belajar mengaji dengan nyaman,” tuturnya.

BACA JUGA :  Sepeda Listrik Dilarang Berada di Jalan Raya, Ini Penjelasannya

“Saya berharap dengan tempat yang lebih nyaman, anak anak semakin semangat untuk belajar mengaji,” tambahnya.

Masih kata Bung Yovan, saat ini ia dipercaya pimpinan untuk bergabung di Satlantas Polres Lampung Utara. Dimana pada tahun 2021, ia dapat informasi ada tokoh agama di Kalibalangan sedang mencari tempat untuk membangun pondok pesantren dan masjid.

“Disitu saya berpikir dan minta persetujuan dari keluarga, untuk mewakafkan tanah, kepada beliau, untuk didirikan pondok pesantren dan masjid. Allhamdulillah saat ini, Pondok Pesantren tersebut sudah berdiri dan berkembang. Bahkan saat ini, di pondok pesantren itu sedang melakukan proses pembangunan masjid,” katanya.

Disela sela obrolan itu, Bung Yovan juga mengajak untuk membantu pembangunan masjid yang saat ini sedang dalam tahap proses pembangunan.

“Ayo, kita ajak yang lain menyisihkan rezekinya untuk membantu pembangunan masjid di pondok pesantren yang terletak di Desa Kalibalangan. Semoga apa yang telah kita perbuat akan menjadi ladang amal ibadah kita diakhir nanti,” pungkasnya. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.